TULUNGAGUNG I bidik.news – Hal itu sering disampaikan Paslon Bupati dan wakil Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dan Didik Girnoto Yekti (Mardinoto) dalam setiap kesempatan.
“Akan tetapi, kalau kolamnya tidak ada ya percuma saja. Apalagi kalau kolamnya terkotak-kotak dan hanya dinikmati sebagian orang,” jelasnya
Analogi tentang ikan, pancingan dan kolam tersebut sangat sesuai dengan apa yang disampaikan Maryoto dan Didik.
Menurutnya, Ikan bermakna pemberian langsung tunai, sedangkan pancingan (perangkat kail) bermakna program kerja yang memandirikan, sedangkan kolam diibaratkan sebagai lapangan pekerjaan itu sendiri.
“Kami berikhtiar dan berkomitmen menyediakan lapangan kerja untuk semuanya,” ujar Maryoto disambut tepuk tangan meriah para relawan Mardinoto dan peserta mancing bersama Warga di lapangan djasem depan Balai desa Sukowidodo kecamatan Karangrejo, pada Minggu (29/9/2024).
Di depan ratusan relawan dan peserta mancing , Maryoto kembali menguatkan barisan relawan yang telah berkumpul sejak pagi di tempat pemancingan ikan tersebut.
Meskipun cuaca panas, Maryoto terlihat bersemangat dan menyatakan bahwa “Hujan dan panas tidak akan menghentikan perjuangan bersama di pilkada Tulungagung,” tuturnya.
Dengan mengenakan kaos putih, Calon Bupati Petahana ini menekankan bahwa tokoh tidak ditentukan lewat ketenaran tapi pengaruhnya pada lingkungan.
Maryoto juga mengapresiasi para relawan yang memberikan manfaat dan pengaruh positif di daerahnya masing-masing.
“Pemimpin diikuti kata katanya, diikuti perbuatannya. Tulungagung perlu pemimpin yang melanjutkan pembangunan. Kita adalah bagian dari yang melanjutkan. Mari kita bersama-sama jadikan Tulungagung menjadi kolam untuk semuanya,” pungkasnya.











