SIDOARJO – Dalam rangka melakukan sosialisasi Perda No 06 Tahun 2020 tentang Perlidungan terhadap tanaman toga atau tanaman tradisional, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Dr. Benjamin Kristianto Mars mengatakan bahwa Indonesia sejak jaman dahulu itu kaya dengan tanaman rempah-rempah sehingga menjadi rebutan bangsa bangsa lain untuk menjajah negara Indonesia karena begitu menariknya tanaman rempah-rempah/tanaman tradisional bagi negara lain.
” Dibanding dengan obat-obatan kimia, tanaman toga atau tanaman tradisional tidak mengandung efek samping bagi tubuh kita dibanding dengan obat yang mengandung bahan kimia, ” terang dr Benjamin saat gelar sosialisasi tentang tanaman toga, Sabtu ( 27/11/2021).
Politisi asal Fraksi Partai Gerindra ini menambahkan selain tanaman herbal berfungsi untuk pengobatan, masyarakat atau petani-petani membiasakan melakukan menanam tanaman tradisional, sehingga mereka bisa mengobati keluarganya jika mengalami sakit.
Disamping itu tanaman toga bisa membantu masyarakat menjadi supliier dari hasil tanaman toga tersebut yang nantinya akan dikelola oleh pabrik-pabrik atau produk jamu tertentu .
” Pentingnya Kehadiran BPOM sangat dibutuhkan terkait perijinan bagi mereka suplier tanaman toga agar dipermudah perijinannya dan tidak dipersulit ,” ucapnya.
Dengan demikian, lanjut dr. Beny sapaan akrab dr Benjamin, pihak Pemprov Jawa Timur lewat Dinas terkait untuk membatu pemberdayaan bagi supliier tanaman tradisional berupa pelatihan-pelatihan bagaimana cara yang tepat mengembangkan tanaman toga tersebut.
” Pemprov Jatim harus membantu UMKM yang bergerak bidang tanaman tradisional ini untuk diberikan dana, supaya mereka bisa mengembangkan usaha dan menghasilkan usaha kecil rumahan, ” kata dr. Beny.
Ditegaskan dr. Beny, saat ini diluar negeri sudah mulai kembali Back Natural kepada obat-obatan tradisional atau kembali alamiah. Negara kita termasuk negara yang terlambat kembali ke obat tanaman tradisional ,karena pengaruh promo-promo obat -obatan kimia yang menjanjikan.
” kebetulan saya seorang dokter, jadi tak ada alasan kita kembali ke pada tanaman toga yang bisa mengobati suatu penyakit. Tyrapi pengobatan penyakit beda-beda, kalau bisa dengan herbal kenapa kimia, ” paparnya.
Dicontohkan dr. Beny ,tanaman temulawak bisa menyembukan penyakit lever , begitu juga tanaman kunyit yang mengandung antibiotik, begitu juga tanaman jahe untuk meningkatkan imun.
” Oleh karena itu kalau ada tanaman tradisional yang murah dan bermanfaat, saya selaku dokter tidak keberatan jika ada pasien mengkonsumsi obat tradisional. Dokter bertugas mendiagnosa penyakit bukan menjual obat, ” tegas Ketua Kesehatan Indonesia Raya Jatim. ( rofik)












