SURABAYA | bidik.news – Akselerasi pembangunan nasional, untuk mewujudkan perekonomian Indonesia yang kuat dan berkelanjutan, perlu didukung oleh ketersediaan sumber pembiayaan yang berasal dari akumulasi dana jangka panjang. Salah satu sumber dana jangka panjang tersebut adalah investasi yang dimiliki oleh investor individu.
Untuk memperkuat basis investor individu Indonesia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK), kembali menggelar rangkaian kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) 2023.
Kegiatan Like It ini untuk memberi edukasi dan meningkatkan literasi
keuangan masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya berinvestasi.
Setelah Like It 2023 seri I digelar oleh BI di Jakarta 14 Agustus 2023 dan Like It 2023 seri II oleh OJK di Pontianak 29 Agustus 2023. Kemenkeu dan didukung oleh LPS dan Universitas Airlangga (Unair) menggelar acara Like It 2023 seri III di Surabaya, Kamis (7/9/2023).
Jumlah investor individu di Indonesia masih terbatas, yakni sebanyak 11,4 juta atau 6% dari jumlah penduduk berusia lebih dari 20 tahun. Hal ini salah satunya karena tingkat literasi keuangan yang masih rendah, meski tingkat inklusi keuangan sudah tinggi.
Dengan menjadi investor individu, masyarakat akan membantu menggerakkan roda perekonomian nasional dan turut mendukung pembiayaan pembangunan. Selain itu, investasi juga bisa menjadi sumber penghasilan lain dan sarana pengembangan kekayaan, yang dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara Like It 2023 seri 3 ini, yang juga penutup rangkaian kegiatan Like It 2023, mengusung tema “Generasi Muda Indonesia Cerdas Berwirausaha dan
Berinvestasi”.
Generasi muda pelaku usaha merupakan kelompok yang memiliki potensi besar untuk turut berinvestasi di pasar keuangan dan berkontribusi terhadap pengumpulan akumulasi dana jangka panjang yang diperlukan untuk membiayai pembangunan nasional.
Sebagai penerus bangsa di masa depan, sangatlah penting bagi generasi muda untuk memiliki literasi keuangan yang baik.
Taukhid, Kepala Perwakilan Kemenkeu I Jatim menjelaskan, upaya peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan sedini mungkin. Dengan mengedukasi para generasi muda pelaku usaha sejak merintis dan mengembangkan usahanya, pada saat mereka lebih dewasa dan sukses, edukasi dan literasi keuangan yang diberikan diharapkan menjadi suatu perilaku dan kebiasaan.
“Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah dan otoritas untuk mendorong para generasi muda menjadi bagian dari basis investor individu, seperti pengembangan instrumen yang inovatif, perluasan akses terhadap investasi melalui pemanfaatan
teknologi, dan penguatan koordinasi antarotoritas,” katanya.
“Pemerintah juga telah melakukan reformasi secara komprehensif dan holistik terhadap sektor keuangan Indonesia melalui penerbitan UU No.4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan,” ucap Taukhid.
Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Adi Budiarso berharap, agar generasi muda Indonesia bisa turut menjadi agen literasi keuangan, yang mampu mengedukasi orang-orang di lingkungannya.
“Dengan cara seperti ini, tingkat literasi dan inklusi keuangan akan dapat diakselerasi sehingga menciptakan sektor keuangan Indonesia yang benar-benar inklusif dan berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional,” ujar Adi Budiarso.










