GRESIK– Aliansi Petani Tambak Rejo, Duduksampeyan ngeluruk Polres Gresik menuntut agar dugaan korupsi bantuan alat pertanian yang saat ini ditangani agar secepatnya diungkap.
Malalui kuasa hukumnya, Moh. Shodiqin warga meminta agar dugaan korupsi yang sudah dilaporkan, Polres Gresik untuk mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya.
“Kami sudah laporkan dugaan korupsi bantuan alat pengering dari Menteri Pertanian senilai Rp1,2 milyar yang saat ini masih disimpan oleh pengurus Gapoktan lama,” jelasnya.
Masih menurutnya, tidak hanya itu pihaknya juga melaporkan dugaan penyelewengan puluahan bantuan alat pertanian serta uang Rp150 juta oleh kepengurusan Gapoktan periode 2011 – 2019.
minta agar dugaan korupsi segera diusut”, Ujar Moh. Shodiqin.
Dia mengatakan, adanya dugaan korupsi diketahui saat kunjungan Menteri di Desa Tambakrejo, Duduksampeyan ketika panen raya (12/03). Diduga ada satu alat pengering, bantuan dari kementerian senilai 1,2 Miliar yang masih disimpan oleh kepengurusan Gapoktan lama.
Masa Aliansi Petani Desa Tambak Rejo itu ditemui oleh Wakapolres Gresik, Kompol Ari Galang Saputro.
“Masih kita kumpulkan bukti-bukti yang disetorkan dan dari pihak kami akan terus melakukan progres,” ujar Wakapolres Gresik.
Sementara itu, korlap aksi, Anwar mengatakan warga tidak ingin kasus ini masuk angin dan meminta Polres Gresik untuk serius mengungkap dugaan korupsi dengan tuntas.
Masih menurut Anwar, Korlap Aksi, bersama massa mengancam akan melakukan unjuk rasa kembali besar-besaran apabila tuntutan ini tidak dipenuhi dan diungkap oleh pihak kepolisian.
“Ungkap… Ungkap… Ungkap korupsi, ungkap korupsi di Tambakrejo’,” teriakan sejumlah masa saat melakukan orasi di depan kantor Polres Gresik. (him)











