BANYUWANGI | BIDIKNEWS – Seorang Ketua KPPS di TPS 28 Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi meninggal dunia, diduga karena kelelahan setelah melakukan tugasnya pada Pemilu 17 April lalu.
Dia adalah Nanang Subiyanto (55), warga lingkungan Sumbersawo Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. Nanang Subiyanto meninggal di rumahnya pada Selasa (23/04) sekitar pukul 12.00 WIB.
Juhairiyah, istri almarhum mengatakan, pemilu kali ini adalah yang kedua kali suaminya sebagai petugas TPS. Pada pemilu sebelumnya, suaminya hanya bertugas sebagai anggota KPPS, namun kali ini ditunjuk sebagai Ketua KPPS.
Karena kegiatannya yang ekstra, Juhairiyah mengaku kalau almarhum suaminya sempat mengeluh kelelahan kepadanya.
“Dia sempat mengeluh kelelahan, namun tetap melakukan rekapitulasi suara di TPS hingga pukul 24.00 WIB, setelah itu mengantar kotak suara ke Kantor Kelurahan,” ujar Juhairiyah, Rabu (24/04).
Meskipun almarhum suaminya sempat mengeluhkan beratnya sebagai petugas KPPS, almarhum tetap beraktifitas seperti biasanya.
“Selasa siang bapak pulang kerja, dia mengaku capek, kemudian hendak istirahat dan duduk di tempat tidur. Selang beberapa saat tiba-tiba bapak pingsan dan tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Pihak keluarga sempat membawanya ke Rumah Sakit, namun belum sempat ditangani intensif, nyawa Nanang Subiyanto tidak tertolong.
Ditambahkan Juhairiyah, semasa hidupnya, almarhum suaminya tidak memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, darah tinggi dan penyakit lainnya. Dia sehat dan tidak pernah mengeluh.
Sementara, Komisioner KPU Banyuwangi, Edy Saiful Anwar menyampaikan, hingga saat ini ada dua orang petugas Pemilu yang dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Ketua KPPS di TPS 28 Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Nanang Subiyanto dan seorang Linmas di TPS 06 Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, sedangkan 8 orang petugas dinyatakan sakit, dan sekarang masih dirawat di Rumah Sakit.
“Mereka yang sakit tersebar di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Kalipuro, Giri dan Tegaldlimo. Sedangkan yang meninggal dunia ada di Kecamatan Wongsorejo, dan Kecamatan Banyuwangi,” ucap Edy.
Menurutnya, para petugas pemilu yang sakit hingga meninggal dunia kemungkinan karena kelelahan, karena Pemilu kali ini harus menghitung lima kertas suara.
“Proses penghitungan di TPS sampai jam 12 malam, belum lagi menyalin hasil penghitungan ke C1, itu butuh proses yang lama, sehingga kelelahan. Belum lagi harus menyiapkan pernik-pernik TPS,” jelasnya.
Edy menegaskan, dengan adanya kejadian ini pihaknya akan mengajukan kepada KPU pusat agar pihak keluarga mendapatkan bantuan berupa santunan.(nng)












