SURABAYA|BIDIK -Perburuan kelompok nasabah Bank nampaknya serius ditangani Polda Metro Jaya. Tujuh dari sepuluh orang sudah ditangkap dan tiga diantaranya masuk daalam daftar pencarian orang (DPO).
Kini gililan Kapten Kelompok nasabah bank bernama Syafril terpaksa ditembak Polisi. Ia berperan sebagai exsekutor yang menembak kepala Davidson Tantono di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat waktu lalu.
“Syafril terpaksa kami tembak mati, Karena berusaha merebut senjata api milik anggota karena membahayakan keselamat petugas,” Ujar Direktur Reserse Kriminal umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Rudy Heryanto Adi Hugraha Selasa (20/6).
Rudy mengatakan, Tersangka Syafril ditangkap di daerah Blambangan Kab.Banyuwangi, Jawa Timur bersama dua orang lainya.
“Syafril ditangkap bersama Pacar dan rekan komplotan nasabah bank yakni bernama Racheal dan Nazriel,” terang perwira polisi berpangkat melati tiga dipundaknya.
Rudy menjelaskan, Rachael adalah pacar Syafril. Dia berperan sebagai penyedia tempat tinggal komplotan perampok nasabah di kawasan jakarta. Kemudian Nazriel berperan sebagai penghambat dan mengawasi situasi dan kondisi ketika hendak melakukan perampokan.
“Menurut keterangan dari keduanya senjata api yang digunakan untuk menghabisi nyawa Davidson Tantono dibuang di daerah by Pas Alteri Porong Kab.Sidoarjo,” Imbuh Direskrimum Polda Metro Jaya itu.
Ia mengatakan, Komplotan tersangka perampok nasabah bank ini, Lebih dari 23 TKP dan mereka berpindah – pindah tempat di berbagai wilayah di Indonesia,” kata Kombes Pol Rudy Heryanto Adi Nugraha.
Tersangka kini menjalani otopsi di rumah sakit Dr.Soetomo Surabaya. Barang bukti yang berhasil diamankan petugas diantaranya berupa uang tunai senilai Rp.6 juta, 6 buah handpone dan 1 jaket yang digunakan Tersangka ketika menembak kepala nasabah bank Davidson Tantoni.(Riz









