SURABAYA – Lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi kinerja BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK pada kategori “Kementerian Lembaga dengan Unit Pengendalian Gratifikasi Terbaik 2020″. Penghargaan diberikan secara virtual saat Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2020 kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto baru-baru ini.
Selain itu, BPJAMSOSTEK juga menerima 2 Apresiasi lainnya, yaitu pada kategori “Lembaga yang memiliki Forum Penyuluh Antikorupsi Teraktif” dan “Ahli Pembangun Integritas Inspiratif”.
“Ini bentuk komitmen dan konsistensi kami dalam penerapan tata kelola yang baik (Good Governance) kepada seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan untuk mewujudkan insan berintegritas tinggi. Sejak 2016 – 2020, kami terus berupaya membentuk insan berintegritas, salah satunya membentuk 468 personil Tunas Integritas yang tersebar di seluruh unit kerja BPJAMSOSTEK di Indonesia”, katanya.
BPJAMSOSTEK, lanjutnya, terus berkomitmen melakukan standarisasi kompetensi Penyuluh Anti Korupsi. Seperti melakukan sertifikasi bertahap kepada seluruh Tunas Integritas BPJAMSOSTEK. “Sementara sudah 40 orang tersertifikasi sebagai Penyuluh Anti Korupsi dan 24 tersertifikasi sebagai Ahli Pembangun Integritas (API),” ungkap Agus.
Penghargaan yang diberikan KPK ini yang ke-3 kalinya bagi BPJAMSOSTEK, dimana penghargaan pertama dan kedua diterima secara berturut-turut di 2017 dan 2018 lalu, dan 2020 ini. Sementara di 2019, hasil penilaian KPK pada BPJAMSOSTEK melalui Indeks Survey Penilaian Integritas mendapat nilai 85,08 di atas rata-rata indeks Kementrian/Lembaga/Pemda 76,86.
Agus mengucap syukur sekaligus bangga atas capaian ini dan berharap agar kado ulang tahun istimewa dari KPK ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh insan BPJAMSOSTEK dalam menjaga integritas dalam melaksanakan tugasnya.
Bertepatan hari jadi ke-43 tahun BPJAMSOSTEK, 5 Desember 2020 yang lalu. Agus mempersembahkan kado istimewa ini kepada jajaran Direksi dan Dewan Pengawas, seluruh insan BPJAMSOSTEK, pemangku kepentingan dan seluruh mitra dalam perannya mendukung BPJAMSOSTEK menjadi institusi yang bersih, menjunjung tinggi integritas, bebas korupsi, gratifikasi, dan suap.
“Integritas menjadi faktor kunci bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebagai institusi yang mengelola dana pekerja, penghargaan ini menjadi pembuktian bagi kami agar terus mendapatkan dan meningkatkan kepercayaan publik”, terangnya.
Ditempat terpisah, Kepala BPJAMSOSTEK Surabaya Karimunjawa, Muhyidin menambahkan, korupsi adalah bentuk kejahatan yang mengakibatkan kerugian masif. Serta penyebab terjadinya ketidakadilan sosial dalam bernegara dan dapat memiskinkan bangsa.
“Saya mengajak seluruh elemen bangsa termasuk anak muda saat ini, mari bersama cegah korupsi dengan belajar nilai-nilai bernegara dan memperkuat keyakinan iman kita terhadap agama. Karena tindakan preventif lebih baik daripada tindakan yang memberikan efek jera,” pesannya.











