JAKARTA | BIDIK NEWS – Daihatsu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pada pilar Hijau Bersama Daihatsu bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu melakukan pelestarian di bidang keanekaragaman hayati, khususnya “Penyu Untuk Indonesia”. Sekaligus meresmikan Pusat Sanctuary Penyu di Pulau Pramuka akhir pekan lalu.
Turut hadir Mintarjo Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Badiah dan perwakilan manajemen PT Astra Daihatsu Motor Kirana Belly, Head of CSR Department.
Peresmian area ditandai pelepasan sebanyak 50 tukik ke laut dari bibir pantai oleh seluruh tamu undangan.
Dijelaskan Badiah, Pusat Konservasi Penyu ini selain dibangun dengan tujuan sebagai tempat penetasan telur penyu serta pelepasan tukik ke laut, juga digunakan sebagai tempat beristirahat bagi penyu yang membutuhkan perhatian atau perawatan khusus.
“Bagi para pengunjung yang datang ke konservasi ini memperoleh edukasi untuk menjaga penyu sebagai salah satu satwa yang dilindungi. Karena, selain sebagai binatang purba, dari 7 spesies penyu yang ada di dunia, 6 di antaranya terdapat di Indonesia,” kata Badiah.
Ditambahkan Kirana, kerjasama Daihatsu dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu telah berlangsung sejak 2014. Didukung dengan pemberian beragam fasilitas operasional dan juga melibatkan klub mobil Daihatsu.
Pada program Penyu Untuk Indonesia, Daihatsu membina 4 konservasi yang terletak di Pulau Pramuka, yakni Batu Hiu (Pangandaran), Perancak (Bali) dan Pasir Jambak (Padang).
“Kepedulian Daihatsu terhadap penyu juga telah dideklarasikan pada Our Ocean Conference 2018 lalu dan didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,” ucap Kirana. (hari)










