GRESIK I BIDIK.NEWS – Sepinya pesanan barang, serta adanya aksi unjuk rasa yang menyebabkan proses produksi nyaris berhenti, menambah kusut nya hubungan industri, dan menghambat investasi, demikian disampaikan HRD PT ARS, Fajar Trisnaamijaya pada Rabu (8/2).
“Kondisi perusahaan sedang menurun produksi, sebab sepi pesanan. yang awalnya pekerja masuk bekerja 3 shif, sehingga menjadi satu shif kerja. dampaknya ada PHK sebanyak 97 orang. hingga saat ini sudah ada 11 pekerja yang mengambil uang pesangon. Sedangkan yang lain, kita buka ruang komunikasi untuk mengambil uang pesangon,” terangnya melalui sambungan selulernya.
Dari PHK tersebut, para pekerja yang tergabung dalam FSPMI unjuk rasa meminta untuk dipekerjakan kembali, meminta masa kerja dimulai dari awal masuk bekerja dan meminta pesangon dua orang pekerja yang meninggal dunia akibat sakit.
“Dari permintaan itu, kondisi perusahaan kami masih sepi pesanan, sehingga salah satu jalan hanya PHK dan kami sudah membuka komunikasi dengan para pekerja,” katanya.
Sementara, unjuk rasa mulai tanggal 19 Januari 2023 hingga hari ini. Selama mogok kerja, pabrik tidak bisa produksi dan kendaraan yang akan keluar masuk juga dihadang.
“Mogok kerja juga merugikan perusahaan, seharusnya mogok kerja itu di dalam perusahaan dan tidak mengganggu produksi,” imbuhnya.
Sementara, perwakilan pekerja mengatakan, tiga tuntutan para pekerja FSPMI unit PT ARS tetap meminta diperkerjakan kembali, masa kerja dimulai awal masuk bekerja dan meminta tambahan uang pesangon dua orang teman yang meninggal dunia akibat sakit.
“Kita, hanya meminta itu. Tapi, perusahaan tidak memberikan. Kemarin, dimediasi Kapolres di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten, pihak perusahaan tidak hadir,” kata seorang pekerja PT ARS yang enggan menyebut namanya. (ali)











