Gresik|BIDIK – Pemilu Gubernur Jatim sudah diambang pintu, dan setiap ada kesempatan masyarakat berkumpul, maka dipastikan yang akan mencalonkan diri sebagai pimpinan berkepentingan tuk hadir dalam acara tersebut.
Ketua NU Malang Kh Marzuki Mustamar yang lagi memberikan tausiyah di perguruan Hidayatus Salam Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, sekitar setengah jam kemudian tiba tiba Menteri Sosial terlihat memasuki lokasi dan duduk mendengarkan tausiyah dengan khidmad.
Beberapa saat kemudian Kh Marzuki Mustamar mengutarakan dengan nada santai,” Harapan kami sebagai jamaah NU, agar bu Khofifah tetap khidmah di kursi menteri hingga habis masa bhaktinya, kalau jabatan menteri di tinggal, kita kehilangan kader seorang yang duduk di menteri, sementara kursi gubernur belum tentu terpegang, ” tegas nya.
Lebih jauh di katakan, saat ini banyak kyai yang mendekati orang orang yang berpotensi untuk menjadi gubernur, dan oleh si kyai tadi selalu di kalau pasti jadi, padahal si kyai tadi hanya ingin sebagai tim sukses dan mendapat bayaran saja,
Sementara saat Ketua Muslimat Khofifah memberikan sambutan, tidak ngomong soal pimpinan naupun soal nyalon gubernur,” Sebagai muslim, marilah kita menjadi muslim yang baik, yang nurut sama ulama, jangan ada pertentangan antar pribadi maupun kelompok, juga meningkatkan kesejahteraan dalam rumah tangga, serta memupuk semangat gemar belajar, termasuk rajin membaca, baik membaca Al Qur’ an maupun membaca buku ilmu pengetahuan,” pesan Khififah kepada jamaah yang hadir di halaman oerguruan Hudayatus Salam
Hingga acara ber akhir, tidak ada bahasa isarat dari ketua PP Muslimat ini untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Jatim 2018 mendatang, bahkan ketika wartawan mencoba tuk menanyakan tersebut dalam perjalanan menuju mobil, beliau tetap bungkam dan tetap senyum saja.
Silaturohim, sekaligus akhirussanah di yayasan Hidayatus salam, serta peletakan batu pertama pembangunan gedung, di hadiri ketua PP Muslimat Khofifah, Ketua NU Malang Kh Marzuki Mustamar, Bupati Gresik Sambari Halim, dan sekitar 500 orang yang hadir. ( ali)









