SURABAYA l bidik.news – Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Abdul Halim , SH ,MH prihatin melihat alat Transportasi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ( Pemprov Jatim ) Bus Trans Jatim di siram oli oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab pasalnya sebelumnya bus Trans Jatim juga pernah di lempar oleh masyarakat yang tidak bertanggungjawab juga di sisi Bangkalan.
” Kebetulan saya wakil rakyat Jawa Timur dari Madura ,saya sangat prihatin atas kejadian insiden penyiraman oli dan pelemparan batu terhadap Bus Trans Jatim . Kedepan supaya Pemprov segera mencegah agar tidak terulang kejadian lagi , ” terang Abdul Halim di Ruang Komisi D DPRD Jatim pada Kamis ( 24/10/2024 ).
Politisi asal Partai Gerindra Jatim ini mengakui bahwa Komisi D ikut serta menginisiasi Bus Trans Jatim Koridor 5 ini beroperasi dari Surabaya ke Bangkalan . Tentunya kejadian ini tidak bisa di biarkan karena akan menganggu kenyamanan bagi penumpang . Pada dasarnya masyarakat penumpang Bus Trans Jatim tidak mempermasalahkan karena selama ini tidak ada penurunan penumpang Bus Trans Jatim ini berkurang.
” Artinya animo masyarakat dalam Rangka menggunakan bus transportasi Trans Jatim yang berhubungan pada insiden pelemparan batu atau penyiraman oli tersebut tidak berpengaruh jumlah penurunan penumpang , ” Jelas Halim.
Namun kejadian insiden ini tidak bisa di biarkan, maka itu saya usulkan agar setiap armada bus Trans Jatim di kasih pengamanan di dalam Bus . Keamanan tersebut bisa dari aparat kepolisian atau instansi terkait seperti transportasi kereta api . Sehingga bilamana ada kejadian insiden dari masyarakat yang tidak bertanggung jawab bisa langsung di selesaikan di saat itu juga oleh aparat keamanan yang ada di dalam Bus Trans Jatim tersebut.
” Aparat keamanan yang ada di dalam Bus bisa memakai pakaian Dinas sehingga bisa membuat kenyamanan penumpang Bus Trans Jatim , ” jelasnya.
Komisi D DPRD Jawa Timur juga berharap ada koordinasi dengan aparat penegak hukum apakah bisa mengakomodir dalam pengamanan yang turut di dalam Bus Trans Jatim tersebut .
Sebetulnya trayek Bus selama ini antara Surabaya Madura di dominasi oleh bus besar milik swasta antar kota yang rutenya antara Surabaya hingga Sumenep dan bus AKAP ( Antar Kota Antar Provinsi ) tersebut kurang di minati oleh masyarakat.
Akan tetapi dengan adanya Bus Trans Jatim Koridor 5 ini yang tujuannya langsung Surabaya ke Bangkalan benar-benar di minati oleh masyarakat.
” Animo masyarakat mulai launching hingga kini tidak pernah terbukti adanya penurunan jumlah penumpang. Setiap hari Bus Trans Jatim Koridor 5 selalu penuh penumpang .Bus Trans Jatim diharapkan tetap berbayar murah agar bisa di jangkau oleh semua kalangan masyarakat , ” pungkas Abdul Halim . ( Rofik )











