SIDOARJO – Ketua DPRD Sidoarjo, H Usman, MKes, mengatakan tidak antipati terhadap kritik selagi kritik tersebut membangun dan konstruktif.
Demikian disampaikannya saat menghadiri acara Raker PWI Sidoarjo, pada Sabtu – Minggu (12 – 13 Desember 2020) di Batu.
Menurut legislator PKB ini, bahwa tugas wartawan dan DPRD sebagai wakil rakyat, mempunyai persamaan. Yakni salah satunya adalah pengawasan. “Jadi kita sama-sama punya peran yang sama, yakni melakukan tugas mulia melakukan pengawasan, kontrol sosial terhadap kinerja eksekutif (pemerintah),” papar Usman.
Di era keterbukaan informasi ini, lanjut Usman, semua orang berhak bicara apa saja, termasuk wartawan bisa menulis/ kritik apa yang mereka lihat, mereka dengar sesuai fakta di lapangan, namun harus mengedepankan profesionalisme, agar kritik yang disampaikan tidak sampai menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan harus konstruktif.
“Makanya kita perlu membangun komunikasi yang baik, bersinergi dengan media supaya kritik yang disampaikan benar – benar konstruktif, sehingga ada komunikasi dua arah dan menghasilkan solusi, ” papar Usman.
Ia pun menyadari, bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan, termasuk dirinya sebagai ketua DPRD yang membawahi 50 anggota, sebagai wakil rakyat, karenanya tidak bisa mengakomodir kepentingan semua orang, termasuk anggotanya.
Oleh sebab itu, menurutnya, kritik memang perlu dan dibutuhkan untuk keseimbangan agar kesalahan tersebut dapat dimungkinkan segera diperbaiki. “Karena kita mempunyai keterbatasan, ” pungkasnya.











