GRESIK – Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali memberi bantuan ambulans laut sebagai bagian dari kegiatan corporate social responsibility (CSR).
Kegiatan ini memperingati 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia). Setelah sebelumnya melakukan serah terima 4 ambulans laut kepada GUSDURian Peduli. Kali ini pasar modal Indonesia memberikan bantuan ambulans laut kepada Pemkab Gresik.
Bantuan ambulans laut yang dilengkapi peralatan medis itu diserahkan simbolis oleh Ketua HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia sekaligus Direktur KSEI Syafruddin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur, Jumat (22/4/2022).
Penyerahan disaksikan Deputi Direktur Pengembangan Sistem Informasi Pasar Modal OJK Gustaf Rajagukguk, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan, Kantor OJK Regional 4 Jatim M. Eka Gonda Sukmana, Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko BEI Fithri Hadi, Wakil Ketua HUT ke-44 sekaligus Direktur KPEI Iding Pardi dan Kadinkes Kab. Gresik dr. Mukhibatul Husna.
Ambulans laut tersebut akan digunakan Pemkab Gresik untuk mempermudah akses kesehatan masyarakat di Kepulauan Bawean yang terletak di Laut Jawa berlokasi sekitar 120 km sebelah utara Gresik. Memiliki jumlah penduduk 84.842 jiwa, angka kematian ibu pada 2021 meningkat 50% dibanding 2020.
Sedangkan jumlah kematian bayi mencapai 28 bayi selama 2 tahun terakhir. Rujukan pasien hanya dapat dilakukan melalui penyeberangan laut menggunakan kapal penumpang. Kondisi makin sulit jika ternyata rujukan perlu dilakukan segera karena harus menyesuaikan dengan jadwal kapal penyeberangan. Ketersediaan ambulans laut menjadi solusi mengatasi hambatan rujukan kondisi gawat darurat, terutama rujukan bagi ibu hamil dan bersalin.
Syafruddin menyampaikan, seiring makin meredanya pandemi Covid-19 di Indonesia, bentuk kegiatan CSR Pasar Modal diarahkan dalam bentuk dukungan layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan tidak saja untuk pencegahan Covid-19. Namun juga yang lebih umum dan berjangka lebih panjang.
“Pengadaan alat kesehatan, baik dalam bantuk ambulans darat maupun ambulans laut yang kita serahkan kepada Pemkab Gresik kami harapkan dapat mendukung layanan kesehatan kepada masyarakat yang lebih baik dan menjangkau hingga ke pelosok termasuk juga bagi masyarakat yang tinggal di kepulauan,” kata Syafruddin.
Ketersediaan ambulans laut menjadi solusi mengatasi hambatan rujukan kondisi gawat darurat, terutama rujukan bagi ibu hamil dan bersalin. Fandi Akhmad Yani menyampaikan terimakasihnya kepada Pasar Modal Indonesia atas perhatian dan dukungannya terhadap masyarakat Kab. Gresik.
“Ambulans laut ini sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang berada di Kepulauan Bawean. Dimana kondisi lokasi yang sangat terbatas dengan sekitar 300 Kepala Keluarga. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyebrangan dari Kepulauan Gili ke Kepulauan Bawean sekitar 20 menit, belum lagi ada tambahan waktu untuk menuju ke daerah kota,” kata Fandi.
Pemberian ambulans laut merupakan pemberian bantuan ke-2 setelah sebelumnya Pasar Modal Indonesia melakukan dukungan 60 ribu dosis vaksin untuk Kab. Gresik.
Mohammad Eka Gonda Sukmana menyampaikan, OJK bersama regulator Pasar Modal Indonesia lainnya bekerjasama dengan pemerintah untuk menanggulangi dampak dari Covid-19 agar dapat recover together dan recover stronger. Hal ini sekaligus meningkatkan penganggulangan kondisi masyarakat untuk kebutuhan medis, terutama masyarakat kepulauan.
“Kami juga mengharapkan masyarakat di Jawa Timur juga dapat lebih mengenal Pasar Modal Indonesia karena tingkat literasi tentang pasar modal masih rendah dibanding industri perbankan, asuransi maupun perusahaan pembiayaan,” kata Eka sembari menekankan pentingnya edukasi mengenai investasi agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal.











