SURABAYA l bidik.news – Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, H.Rasiyo, menyoroti permasalahan kekosongan jabatan kepala sekolah tingkat SMA / SMK yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Pihaknya mendesak Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk lebih proaktif dan segera melakukan pemetaan secara komprehensif.
Menurut Mantan Kadindik Jatim kewenangan dan kebijakan strategis terkait pengisian kursi kepemimpinan di tingkat sekolah berada di tangan Kepala Dinas. Oleh karena itu, ia berharap dinas terkait sudah memiliki data dan proyeksi yang akurat mengenai regenerasi tenaga kependidikan.
“Yang mengeluarkan kebijakan adalah Kepala Dinas. Harapan saya, Kepala Dinas sudah punya pemetaan. Misalkan pada tahun ini, berapa (kepala sekolah) yang pensiun. Kemudian tentu, yang pensiun itu harus ada penggantinya,” ujar Rasiyo pada Selasa ( 7/4/2026 ).
Legislator Fraksi Demokrat tersebut menegaskan bahwa setiap kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas harus segera disiapkan penerusnya agar roda manajerial dan operasional pendidikan di sekolah tidak terhambat. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa mekanisme pergantian kepala sekolah harus melalui prosedur yang tepat dan terukur.
“Mengganti itu kan ada struktur (tahapan) yang harus dilakukan, misalkan melalui tes potensi kepala sekolah dan sebagainya,” tambahnya.
Selain menekankan pada aspek administratif dan tahapan seleksi yang ketat, Rasiyo juga mendorong adanya pembaruan sistem manajemen sumber daya manusia di lingkungan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi.
“Harus ada pemanfaatan teknologi untuk semua proses tersebut, sehingga pergantian dan pemetaan bisa dilakukan dengan baik. Itu hal-hal yang bisa saya dorong untuk dilakukan,” tegas Rasio Dapil Surabaya.
Pernyataan Rasiyo ini menjadi alarm bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk terus mengevaluasi dan mempercepat proses birokrasi terkait pengangkatan kepala sekolah, sehingga kualitas mutu pendidikan di Jawa Timur tetap terjaga tanpa terganggu oleh kekosongan posisi strategis di lembaga pendidikan. ( Rofik )











