BATU I bidik.news – Tahapan pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu mencapai 50 persen.
Pembangunan diatas lahan pribadi seluas 1.400 meter persegi di RT 1 RW 4, ini dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Desa,dalam pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) ini, akan menampung puluhan pekerja warga sekitar.
Hal ini disampikan Perwakilan Yayasan Sabilul Khoir Al-Asy’ari, Ibnu Sriwiyawan,Sabtu (21/6/2025).
“Alhamdulillah progresnya sudah 50 persen. Saat ini kami sedang mempersiapkan rangka atap dan pemasangan lantai dengan bahan epoksi, sesuai spesifikasi dari pusat,” ujar Ibnu sapaan akrabnya, Sabtu (21/6/2025).
Ini, menurut dia,merupakan percepatan pembangunan dalam mengejar target operasional pada awal tahun ajaran baru mendatang. Salah satu strategi percepatan, menurut dia,dengan menambah jumlah tenaga kerja dan memperpanjang jam kerja hingga malam hari.
“Karena waktunya mepet, kami menambah pekerja dan pengerjaannya juga dilakukan malam hari. Targetnya bulan Juli sudah rampung sekalian dengan alat-alat dapurnya,” ungkapnya.
Fasilitas dapur MBG,ungkap dia, nantinya akan dilengkapi dengan ruang memasak, ruang penyimpanan bahan makanan, ruang mencuci peralatan, ruang istirahat karyawan, ruang persiapan makanan, hingga ruang distribusi. Semua fasilitas tersebut dibangun terintegrasi agar proses penyediaan makanan bergizi bagi pelajar Kota Batu dapat berjalan optimal.
“Nantinya tenaga kerja yang akan mengoperasikan dapur MBG akan diseleksi langsung oleh Badan Gizi Nasional. Rencananya, sebanyak 47 orang akan direkrut untuk mengelola proses masak dan distribusi makanan,” katanya.
Dan ini,kata dia,pihaknya hanya fokus pada pembangunannya saja. Untuk urusan operasional, termasuk rekrutmen tenaga kerja, itu kewenangan pusat.
Pada hari yang sama,Ketua RT 1 RW 4, Kusbiantoro,mengaku menyambut baik pembangunan dapur MBG di wilayahnya. Menurut dia,keberadaan dapur ini berpotensi menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar.
“Kami sangat mendukung program ini. Selain bisa menyerap tenaga kerja dari warga sekitar, harapannya juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sekadar informasi, program MBG untuk meningkatkan status gizi masyarakat,terutama anak-anak dan kelompok rentan, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi di Indonesia.Program Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming juga bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendukung tercapainya tujuan Indonesia Emas 2045.
Program ini, diyakini punya harapan besar dan mampu mengurangi angka malnutrisi dan stunting. Program ini menyediakan makanan bergizi gratis untuk kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, untuk mengatasi masalah kekurangan gizi yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia.
Dengan memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, program ini bertujuan untuk menciptakan generasi penerus yang sehat dan cerdas, serta memiliki potensi untuk berkontribusi lebih baik bagi bangsa.
“Nantinya,MBG melibatkan UMKM dan ekonomi kerakyatan dalam penyediaan makanan, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi yang kuat bagi masa depan bangsa, dengan investasi pada kualitas sumber daya manusia,” tutur Ibnu.(Gus)









