SURABAYA | BIDIK NEWS – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo menggelar sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus dan anggota koperasi di bawah binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Surabaya di Convention Hall Siola Surabaya, Selasa (3/9/2019).
Hadir, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kota Surabaya Drs.EC. Widodo Suryantoro, M.M. beserta jajarannya, Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo Guguk Heru Triyoko dan Kabid Kepesertaan Ferina Burhan.
Dijelaskan Guguk, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi & UKM Jatim untuk mendukung Aggressive Growth 2019 melalui peningkatan kepesertaan sektor Penerima Upah/Badan Usaha.
Guguk menghimba kepada seluruh pengurus dan semua anggota koperasi di Surabaya yang jumlahnya ribuan orang agar segera menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena selain iuran/preminya kecil tapi manfaatnya besar sekali.
“Lihat saja kejadian kecelakaan beruntun di tol Cipularang Jawa Barat. Itu artinya, maut datangnya tiba-tiba, dan kita tidak bisa menghindarinya. Makanya kita semua membutuhkan jaminan kecelakaan kerja yang dijamin negara,” tegasnya.
Guguk lantas menjelaskan bahwa BPJS itu ada 2, yakni Ketenagakerjaan dan Kesehatan. “Kita adalah BPJS ketenagakerjaan, beda dengan kesehatan. Kita hanya mengurusi peserta tenaga kerja saja yang seluruh biaya pengobatan di rumah sakit jika terjadi kecelakaan kerja, kita tanggung semuanya hingga sembuh tanpa batas atau unlimited. Karena dari segi pendanaan, BPJS Ketenagakerjaan sangat surplus. Jadi gak usah kuatir kita kekurangan dana,” ucap Guguk.
Sedangkan Widodo menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi seluruh pengurus dan anggota koperasi dengan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena iurannya murah tapi manfaatnya besar sekali.
“Jumlah pengurus dan anggota koperasi se Surabaya sebanyak 1.700’an lebih. Kalau yang dibawah binaan kami sebanyak 800’an lebih. Untuk itu kami menganjurkan agar semuanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena ini asuransi milik Pemerintah dan sangat murah sekali,” kata Widodo.
Sementara itu BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo per 31 Juli 2019 telah membayarkan 8.632 klaim Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 116.856.884.288. Jaminan Kematian (JKM) Rp 2.506.800.000 (86 kasus), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 7.687.348.473 (1.367 kasus), Jaminan Pensiun (JP) Rp 127.460.457.778 (652 kasus).
“Untuk perusahaan aktif BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo sebanyak 5.298 perusahaan. Total tenaga kerja aktif untuk penerima upah (PU) 133.636 orang. Dan tenaga kerja aktif bukan penerima upah (BPU) sebanyak 8.108 orang,” pungkasnya. (hari)








