SURABAYA|BIDIK NEWS – Pemadaman listrik yang terjadi di DKI Jakarta dan sebagian Jawa Barat menjadi pelajaran bagi pengusaha Surabaya. Berkaca pada masalah tersebut, pengusaha Jawa Timur (Jatim), khususnya Surabaya mulai antisipasi jika pemadaman itu sewaktu-waktu terjadi di Jatim.
“Padamnya listrik yang baru-baru ini terjadi di Jakarta dan kota lain menjadi pelajaran kita semua, terutama rekan-rekan dari PT PLN (Persero) untuk antisipasi agar tidak terjadi pemadaman yang lama seperti itu,” ujar Jamhadi, yang akan mengakhiri jabatan sebagai Ketua KADIN Surabaya, 14 Agustus 2019 nanti.
Menurut Jamhadi, yang masuk bursa calon Wali Kota Surabaya ini, bahwa antisipasi pemadaman listrik sudah dilakukan oleh pengusaha di Jatim, bahkan jauh sebelum terjadi pemadaman di DKI Jakarta seperti kemarin. Antisipasi perlu dilakukan walaupun Jatim surplus listrik hingga 2.500 MW.
“Di Surabaya ada sekitar 152 gedung hotel, ditambah gedung perkantoran dan mal. Tempat itu merupakan pusat transaksi ekonomi. Juga ada banyak gedung komersial lainnya seperti bank. Ada baiknya antisipasi penggunaan genset dan solar energy tetap dilakukan sebagai second power listrik yang harus disiapkan, terutama di rumah sakit dan tempat-tempat vital lainnya,” ujar Jamhadi, yang juga CEO PT Tata Bumi Raya.
Di Kota Surabaya, lanjut Jamhadi, punya LPA (Lahan Pembuangan Akhir) Benowo yang mampu menghasilkan listrik. Dia meminta agar LPA Benowo yang hasilkan listrik bisa segera difungsikan sesuai rencana.
Dengan demikian, segala kemungkinan bisa teratasi apabila ada pemadaman listrik secara mendadak. Sehingga, aktivitas ekonomi tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan juga kebutuhan listrik rumah tangga juga bisa dipenuhi.
“Surabaya sebagai Ibu Kota Propinsi Jatim dan sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta memiliki potensi ekonomi yang tinggi dengan perputaran uang sekitar Rp 2 triliun. Sedangkan perputaran uang di Jatim sekitar Rp 9,6 triliun. Dengan capaian itu, segala hal yang kemungkinan mengganggu aktivitas ekonomi seperti pemadaman listrik sudah bisa diantisipasi,” pungkas Jamhadi, Rabu (7/8/2019). (*/hari)










