PONOROGO – Aksi tebar ribuan benih ikan memperingati Hari Ikan Nasional yang dilakukan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo di Sungai Keyang Sooko, Rabu (17/11/2021), mendapat apresiasi dan tanggapan positif dari Kepala Desa Sooko, Sudarto.
Ditemui disela-sela acara, pria ramah yang baru beberapa tahun menjabat kepala desa ini mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pemeritah daerah Ponorogo lantaran wilayahnya dijadikan lokasi tebar benih oleh Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.
“Program tebar benih ikan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan, terutama bagi warga kami yang berada di pinggir sungai karena bisa membantu secara ekonomi,” kata Sudarto.
Selain itu, ungkap Sudarto, semakin banyaknya benih ikan yang hidup di sungai, menjadi magnet bagi warga luar desa yang menjadikan lokasi sungai khususnya sungai di wilayah Desa Sooko sebagai lokasi pemancingan.
“Saya berharap hal seperti ini bisa berlanjut di waktu mendatang dan berkesinambungan. Mungkin dengan menambah jumlah ikan yang ditebar sehingga dengan banyaknya ikan di sungai dapat menjadikan wilayah Desa Sooko sebagai lokasi atau obyek wisata sungai, selain sebagai sumber perekonomian warga,” ungkapnya.
Guna melindungi lingkungan hidup khususnya ikan yang sudah ditabur di sungai, kata Sudarto, pemerintah desa (Pemdes) Sooko sudah mengeluarkan peraturan desa (Perdes).
Payung hukum berupa Perdes itu, masih kata Sudarto, merupakan dukungan Pemdes untuk melindungi lingkungan hidup khususnya perlindungan terhadap keberadaan ikan di sungai.
“Biar Ada efek jera, didalamnya sudah ada pasal dan jumlah denda yang mencapai jutaan rupiah bilamana terjadi pelanggaran yang dilakukan warga atau masyarakat hingga menyebabkan punahnya ikan serta benih ikan di sungai. Alhamdulillah warga sudah memahami,” ungkap pria berkumis ini.
Sudarto juga mengungkapkan semakin banyak ikan yang hidup di sungai semakin menambah gairah dan geliat kehidupan ekonomi warga desa, khususnya warga Desa Sooko.
“Secara alami, warga yang menangkap ikan di sungai dengan bengkeng (alat penangkap ikan dari bambu = red) tiap pagi bisa mendapatkan satu kilo hingga dua kilo ikan,” jelasnya. (bagus)











