JAKARTA -Hebat itulah mungkin kata yang tepat bagi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Kinerja KPK yang selama ini diragukan keberadaannya .Namun kenyataannya menunjukan independen dalam pemberantasan korupsi .
Hal ini dibuktikan, hanya kurang dari satu bulan, dua menteri di kabinet Presiden Joko Widodo jilid dua diberi gelar tersangka oleh KPK, karena terlibat tindak pidana korupsi.
Musibah dikabinet Presiden Joko Widodo alias Jokowi, tidak menutup kemungkinan membuat sejumlah menterinya menjadi was-was untuk menunggu giliran nasib yang sama dengan kedua menterinya .
Seperti yang disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) PP. Muhammadiyah, Abdul Mu’ti terkait dua menteri di kabinet Jokowi tertangkap tangan atau OTT ,” Ini membuktikan KPK sangat independen dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya. Selain itu, Masih kata Abdul Mu’ti,” Karena itu publik menunggu gebrakan berikutnya, karena ada senyalemen dimasyarakat, kementerian lain bisa juga tercium aroma korupsinya,” lanjut Mu’ti.
Seperti diketahui KPK hanya dalam waktu kurang dari satu bulan berhasil membongkar praktek korupsi didua kementrian dikabinet Jokowi melalui OTT, pertama menteri kelautan dan perikanan Edy Prabowo terkena OTT di Bandara Soeta Cengkareng sepulang ” Ngelencer” dari Amerika Serikat . OTT orang pilihan Prabowo Subianto ini terkait kasus suap prosedur ekspor benih lobster, kedua menteri sosial Julian P Batubara, juga mengalami nasib yang sama. Julian terkena OTT diduga, karena menerima suap terkait penyaluran dana Bansos Covid-19. Modusnya Julian disangkakan menerima fee dari penyaluran dana Bansos dalam rangka Covid-19.











