BIDIK NEWS | SURABAYA – Ajang Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) kembali digelar UPT Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dusbudpar) Jatim, Jumat-Sabtu (9-10/11). Kali ini giliran Kab. Tulungagung yang menampilkan “Gumebyaring Lawadan Mulya Lan Tinata” di pendopo Taman Budaya Jatim, Jl. Genteng Kali, Surabaya, Jumat (9/11) malam.
Selain memamerkan seni budaya lokal, Kab. Tulungagung juga menampilkan pariwisata dan produk UMKM andalannya.
Sekdarov Jatim, Heru Tjahjono berharap, agar sektor pariwisata dengan UMKM semakin terintegrasi. Hal ini penting dilakukan untuk mendorong dan memperluas pasar produk UMKM, sehingga mampu bersaing dengan produk luar yang telah masuk pada pasar dalam negeri.
“Integrasi yang baik antara wisata dan UMKM akan membantu pembangunan ekonomi provinsi Jatim sebagai provinsi yang berbasis UMKM,” ungkap Heru.
Heru menjelaskan, sektor UMKM mampu menopang ekonomi Jatim, dimana tahun 2017 sektor UMKM menyumbang 55,02% terhadap PDRB. Berdasarkan data BPS pertumbuhan ekonomi Jatim sampai September 2018 (triwulan III) dari PDRB senilai Rp. 2.039 triliun disumbangkan dari sektor koperasi dan dari sektor UMKM sebesar Rp 1.185,5 triliun. “Lewat gelar seni budaya daerah, akan bisa mempromosikan potensi wisata sekaligus memperkuat posisi UMKM daerahnya,” terangnya.
Terkait tema gelar seni budaya kali ini, Heru menjelaskan, Kab. Tulungangung menyadari potensi seni budaya harus dikembangkan sebagai kebanggaan. Apalagi, Kab. Tulungagung memiliki aneka ragam obyek wisata yang menarik baik alam maupun budayanya. Diantaranya Pantai Popoh, Pantai Kedungtumpang, Pantai Klatak, dan Pantai Ngalur.
“Reog Kendang khas Tulungagung dan kesenian jaranan juga memperkaya budaya serta menjadi ikon Kab. Tulungagung. Selain itu, potensi kuliner juga menjadi daya tarik tersendiri antara lain punten pecel, kicak cenil, dan ayam lodho yang menjadi favorit,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menambahkan, lewat GSBD “Gumebyaring Lawadan Mulya Lan Tinata”, Kab. Tulungagung bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat. Apalagi, sektor wisata di Kab. Tulungangung sangat beragam dan mampu memberi konstribusi besar untuk pendapatan daerah.
“Obyek pariwisata sangat memberi kontribusi pada PAD Kami, dan dengan dibukanya jalur lintas selatan (JLS) kita menargetkan ada kenaikan 35 persen di sektor wisata,” terang Maryoto.
Ia menambahkan, kesenian khas Tulungangung, yaitu Reog Kendang yang ditampilkan pada kegiatan ini merupakan unggulan dan pernah mendapatkan Rekor Muri. Karenanya, Pemkab Tulungagung terus mengembangkan kesenian lokal dengan memasukkan programnya di sekolah-sekolah lewat kegiatan ekstrakurikuler.
“Saya berharap dengan makin berkembang dan dikenal oleh masyarakat Kab. Tulungagung tidak tertinggal dari wilayah Pantura,” pungkasnya. (hari)











