JAKARTA – Pandemi Corona semakin merajalela. Hal ini membuat Presiden Joko Widodo alias Jokowi mulai gusar atau panik melawan virus yang satu ini .
Kepanikan Jokowi sangat beralasan, mengingat virus ini semakin lama semakin merajalela merambah kota-kota di Indonesia. Kegusaran Jokowi terlihat pada saat mulai bicara dihadapan menteri- menterinya melalui akun YouTube “Sekretariat Presiden”, Minggu (28/6/2020) .
Dikatakan, bahwa saat ini adalah masa krisis, akibat pandemi virus Corona atau Covid-19. Namun Jokowi menyesalkan dengan sikap menteri-menteri yang terkesan bekerja dengan biasa saja dalam kondisi seperti ini.
” Kita semua yang hadir disini sebagai pimpinan, harus bertanggung jawab terhadap 267 juta rakyat Indonesia, tolong ini diingat,” kata Jokowi dengan nada tinggi.
Bahkan Jokowi mengingatkan kondisi perekonomian dunia saat ini terkontraksi minus 6 hingga 7,6 persen,” Kondisi seperti ini, jangan dianggap kondisi yang biasa-biasa saja dan jangan menganggap ini normal, ini bahaya sekali,” ujar Jokowi dengan nada tinggi.
Selain itu, kejengkelan Jokowi lainnya, adalah ada sebahagian menterinya yang menganggap, bahwa kondisi seperti ini dianggap kondisi biasa saja,” Ada yang beranggapan, kondisi seperti ini dianggap normal, Saya jengkel sekali,” tambahnya.
Masih dengan nada tinggi, demi 267 juta rakyat Indonesia, Jokowi berjanji akan melakukan langkah apapun, bahkan apabila perlu akan membubarkan lembaga negara dan mengganti atau Me-Reshuffle kabinetnya.
” Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja me-reshuffle kabinet, saya sudah berfikir kesana dan ini apabila bapak/ ibu tidak merasakan kondisi saat ini, pastinya tindakan yang keras dan tegas akan saya lakukan demi 267 juta rakyat Indonesia.











