BIDIK.NEWS | BOJONEGORO Provinsi Jawa Timur dengan sentra padi terluas di Indonesia, dan diawal tahun 2018 Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya padi di persawahan Desa Gandong Arum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (22/1/2018).
Turut hadir dan mendampingi Mentan pada acara Tanam dan Panen Padi Setiap Hari Untuk Kedaulatan Pangan tersebut, antaralain Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Ir Hadi Sulistyo MSi, Wakasad AD Letjen TNI Tatang Sulaiman, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Arip Rahman, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti, Staf Khusus Menko Perekonomian Lin Chi Wei, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Bupati Bojonegoro Suyoto bersama Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari, Bupati Grobogan, Direktur Bulog Tri Wahyudi, perwakilan Bank BUMN, PT SHS, PT Pertani, serta 1500 petani.
Dalam panen raya tersebut, Mentan secara bersama-sama berjalan kaki menuju ke tengah sawah untuk memanen padi, dengan jarak yang diperkirakan sekitar 1 kilometer.
Mentan Amran Sulaiman menyebut, panen raya sudah mulai dilakukan di Provinsi Jawa Timur. “Diharapkan dengan panen raya ini harga beras mulai stabil. Untuk harga beras saat ini sudah mulai turun, karena sudah panen. Biasanya, dengan produksi tiap hari yang kian meningkat hingga Juni, harga tidak akan naik dan stabil, Bahkan cenderung turun,” ujarnya.
Menurutnya, Provinsi Jawa Timur memasuki era panen raya untuk komoditas padi. Artinya secara keseluruhan kondisi ini akan mendorong kecukupan akan beras secara nasional.
Dalam panen raya kali ini dilakukan di lahan seluas 1.800 hektar. Dalam setiap hektarnya, padi yang bisa dipanen diperkirakan mencapai 9 ton. Secara kasar, panen yang bisa didapat sekitar 16.000 ton. “Alhamdulillah kita memasuki panen raya yang kita nanti-nanti. Kita lihat juga dari atas helikopter, kita keliling Jawa Timur bersama Bapak Gubernur, dan lainnya, untuk menyaksikan dari udara. Meyakinkan hari ini sudah memulai panen raya,” ucapnya.
Lanjut Amran, Indonesia akan memiliki lahan panen seluas 2 juta hektar dalam waktu dekat. Sementara Pebruari nanti, lahan sekitar 1,7 juta hektar dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ”Kalau Pebruari 1,7 juta hektar. Kita hitung produksinya bisa 5 sampai 6 juta ton beras, kebutuhan per bulan hanya 2,5 juta ton,” jelasnya.
Sedangkan untuk harga gabah yang mengalami peningkatan dalam kurun waktu dua minggu terakhir ini, sangatlah menguntungkan bagi para petani. Apalagi bagi para petani yang berada dibantaran sungai Bengawan Solo yang jarang panen, karena sering terkena luapan sungai yang terpanjang di pulau Jawa.
Provinsi Surplus Beras
Pada kesempatan yang sama Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, kondisi beras di Jawa Timur masih di level aman. “Kita panen raya ini membuktikan kalau beras di Provinsi Jawa Timur surplus,” tuturnya.
Stok beras Jawa Timur pada Januari 2018 ada 155 ribu ton, dan Pebruari nanti diperkirakan akan surplus 660 ribu ton. Dengan produksi setahun 8,7 juta ton beras, surplusnya hingga 5,1 juta ton dan memasok di 15 provinsi lainnya. “Harga beras di Jawa Timur tidak masalah dan masih stabil,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo menyatakan, panen padi pada Januari 2018 di Jawa Timur seluas 75 ribu hektar, Pebruari 242 ribu hektar, dan Maret 456 ribu hektar.
Sedangkan produksi padi Jawa Timur pada Januari sebanyak 438 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) setara beras 285 ribu ton, Pebruari 1,4 juta ton GKG setara beras 960 ribu ton dan Maret 2,7 juta ton GKG setara beras 1,7 juta ton. “Ini kan Jawa Timur sentranya padi terluas di Indonesia,” tandasnya.
Untuk konsumsi beras Jawa Timur berdasarkan jumlah penduduk 39 juta jiwa adalah 297 ribu ton beras perbulan. “Jadi untuk Januari ini aman stok bulog 163 ribu ton. Sedangkan pada Pebruari dari produksi beras diperoleh surplus 663 ribu ton, dan Maret surplus 1,4 juta ton,” paparnya.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian menyebutkan, panen padi nasional pada Januari 2018 seluas 854 ribu hektar dengan hasil 4,51 juta ton GKG setara 2,83 juta ton beras, surplus 329 ribu ton dibandingkan kebutuhaan konsumsi 2,5 juta ton. Kemudian, Pebruari panen 1,63 juta hektar dengan produksi 8,67 juta ton GKG setara 5,43 juta ton beras, surplus 2,93 juta ton beras, dan Maret panen 2,25 juta hektar dengan produksi 8,8 juta ton GKG. (rinto)











