SURABAYA – Ketua Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (APVOKASI) Jatim Dr Ir Jamhadi, MBA mengusulkan agar di Jatim diperbanyak lahan industri dengan pola sewa. Sehingga akan banyak investor tertarik dan meningkatkan investasinya di Jatim.
Usulan itu disampaikan Jamhadi yang sekaligus menjabat Dewan Pertimbangan KADIN Surabaya dalam rapat Penilaian/Verifikasi Tahap III Jatim pada
Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 bersama Bappenas RI, Jumat (26/3/2021) yang dipimpin Plh. Sekda Jatim dan dihadiri stakeholder.
Dilontarkan Jamhadi, Jawa Timur layak menjadi jujukan investasi, karena Incremental Capital Output Ratio (ICOR) competitive terbukti di masa pandemi menjadikan Jatim diurutan 3 dengan nilai Rp 78,3 triliun setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta, yang masing-masing tercatat Rp120,4 triliun dan Rp 95 triliun.
“Begitu mudah dan murah urus izin investasi di Jatim, dan lingkungan yang kondusif. Banyak yang sudah menerapkan OSS (Online Single Submission). Ditambah sekarang sedang dibuat aplikasi Jatim Online Single Submission,” ujar Jamhadi.
Selain itu, katanya, Perpres No. 80 tahun 2019 memberi ruang sangat besar untuk pengusaha berpartisipasi dalam proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) senilai Rp 298 triliun.
Di bidang pendidikan, sebagai Ketua APVOKASI Jatim, lanjutnya, APVOKASI Jatim siap mempertemukan hasil research perguruan tinggi dengan industri sebagai bagian dari program Merdeka Kampus.
“Itu menjadikan R/D (Research & Development) perusahaan di Jatim jadi lebih berkualitas, apalagi SDM unggul bisa dilibatkan dalam competitivness dunia usaha di Jatim,” pungkas Jamhadi.









