SURABAYA – Tepat pada Selasa (21/4/2020), Menteri Kesehatan RI (Menkes RI) menyetujui permohonan surat pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui Keputusan Menkes No. HK.01.07/Menkes/264/2020. Sebelumnya, Senin (20/4/2020) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengirim surat pengajuan PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Diketahui, ke-3 daerah tersebut menjadi daerah kasus terkonfirmasi Covid-19 terbanyak di Jatim. Dengan jumlah pasien terkonfirmasi sebanyak 315 di Surabaya, 66 di Sidoarjo, dan 21 di Gresik. (Data Pemprov Jatim per 22 April)
Menanggapi penerapan PSBB, DR. Ir, Jamhadi, MBA, President Director Tata Bumi Raya mengaku sangat mendukung langkah Khofifah. Menurutnya, penerapan PSBB sangat efektif, karena bisa menekan angka kasus Covid-19 di tiga daerah tersebut yang kian hari makin bertambah.
“Saya sangat mendukung PSBB, karena saya sudah cukup puas dengan kinerja Pemkot Surabaya maupun Kabupaten lainnya. Rata-rata masyarakat Surabaya sendiri lebih dari 50% setuju, karena saya sudah berdialog dengan bebrapa orang. Dan mereka nampaknya mendukung, karena mereka ingin selamat walaupun untuk sementara hidup sederhana dulu atau pembatasan sosial,” kata Jamhadi saat ditemui dikantornya, Kamis (23/4/2020).
Jamhadi yang juga Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Doktor Indonesia Maju (PDIM) menambahkan, masyarakat harus berterima kasih kepada Pemerintah. Karena sudah di pasok aliran listrik gratis, ada yag diskon 50%, gratis wifi, meskipun bantuan tersebut untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.
“Tidak itu saja, untuk perbankan, Pemerintah juga memberi keringanan jatuh tempo pembayaran angsuran tanpa bayar bunga. Juga ada bantuan tunai sembako. Itu bagus dan jangan sampai melakukan lockdown pokoknya. Kan kalau dikarantina, semua kebutuhan masyarakat disuplai. PSBB itu kan kebersamaan, PSBB harus dilakukan karena memang untuk pencegahan Covid-19 agar tidak makin meluas. Ini saatnya kita dilatih sama Tuhan,” ujarnya.
Di Amerika saja, lanjut Jamhadi yang saat ini aktif berkiprah di KADIN international mencontohkan, juga banyak terjadi PHK masal hingga mencapai 6 juta orang lebih. Semua negara merata melakukan PSBB ini. “Nah, untuk para pengusaha, mari kita ajak bikin planning jangka panjang. Karena kita sekarang mau bicara, bagaimana agar kita tidak menyerah begitu saja dengan social discussion yang dilakukan,” katanya.
Untuk BUMN, Jamhadi minta agar sekarang ini saatnya melakukan satu pemilahan kegiatan. Misalnya pembangunan insfrastruktur jalan tol lebih baik di stop dulu. Dan dana pembangunan nya untuk sementara dialihkan untuk membantu sektor lain yang terdampak Covid-19. Seperti sektor UMKM dan kesehatan.
Sementara itu, untuk negara ditingkat ASEAN dengan jumlah kasus Covid-19. Rangking teratas Singapura, disusul Indonesia, Filipina dan Malaysia. “Di tingkat ASEAN, mengutip data realtime laman Worldometers, per 20 April 2020. Indonesia menduduki rangking 2 negara terbanyak kasus Covid-19 dengan 6.575 kasus. Sedangkan rangking teratas Singapura dengan 6.588 kasus,” pungkas Jamhadi.











