BIDIK NEWS | SURABAYA – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jatim menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III DPD IWAPI Jatim di Hotel Cleo, Jemursari, Surabaya, Sabtu (28/7).
Rakerda yang bertemakan ‘Menyongsong Era 4.0 IWAPI Jatim Siap Menjadi Pelopor Dalam Memberdayakan Potensi Ekonomi di Jatim’ ini
dihadiri Ketua Umum DPD IWAPI Jatim Hj. Susmiati Rahmawati, Ketua DPC IWAPI Surabaya Reni Widya Lestari, ST dan seluruh Ketua DPC Kabupaten/Kota se Jatim serta Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Fajar Hutomo.
Selain itu hadir ratusan anggota IWAPI se Jatim. Dimana 22 anggota berasal dari perwakilan DPC Kota/Kabupaten di Jatim serta 40 pengurus dari DPD Jatim.
Hj. Susmiati Rahmawati mengatakan, Rakerda ini digelar setahun sekali berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) IWAPI.
“Tujuan Rakerda adalah mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan selama 1 tahun kemarin. Serta menyusun program dan strategi pelaksanaannya untuk 1 tahun kedepan berdasarkan progress capaian tahun lalu,” ungkap Hj. Susmiati Rahmawati dalam sambutannya.
Selain itu, lanjut pemilik ‘Warung Apung’ ini, tujuan Rakerda untuk mensinergikan program kerja disemua tingkatan, baik DPD ke DPC dan sebaliknya. Serta mengajukan usulan revisi PKO agar proporsional dalam menjabarkan kebijakan dalam AD/ART dengan memperhatikan keberadaan IWAPI di cabang
Sementara itu, Fajar Hutomo dalam presentasinya mengingatkan kepada para pengusaha IWAPI yang hadir, bahwa saat ini perkembangan dunia usaha dan industri sudah mencapai di era titik 4.0.
“Agar tidak ketinggalan, kita harus tahu, akan bergerak kemana dan akan kita bawa kemana usaha kita dimasa mendatang. Produk yang kita hasilkan harus ada manfaatnya, harus ada kandungan nilai lokal dan tidak stagnan. Pokoknya kita harus mengikuti perkembangan dan selalu update,” pesan Fajar.
Agar tidak ketinggalan, lanjut Fajar, Dia meminta kepada seluruh pengusaha IWAPI harus meningkatkan kualitas produksi, kemasan maupun konten-konten kreatif yang harus dikembangkan, seperti packaging. Karena, kalau kemasannya bagus, akan menjadi nilai tambah dari produk tersebut,” tuturnya.
Sedangkan Reni Widya Lestari, ST, sekaligus
ketua Steering Commite (SC) dalam Rakerda tersebut menjelaskan, sekitar 60 persen pelaku UMKM di Jatim adalah perempuan, dan IWAPI mempunyai tempat disitu. Sedangkan 3 bidang, masing-masing kuliner, fashion dan kraft paling mendominasi.
“Seperti hasil produksi kita, yakni Kacang Kedawung dan Krupuk Ikan yang sangat diminati oleh brand FINNA, dibawah perusahaan PT Sekar Gorup yang berdomisili di kota udang, Sidoarjo. FINNA selalu kita suport dengan produk-produk UKM kita. IWAPI berupaya bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar yang menguasai lantai produksi,” ujarnya.
Saat ini anggota IWAPI seluruh Jatim mencapai 5 ribu anggota. Menurut saya jumlah tersebut masih kurang, idealnya 10 ribu. Kalau di DPC IWAPI Surabaya sendiri sekitar 250 anggota,” pungkas wanita yang maju dalam Bacaleg DPRD Surabaya dari Partai PAN Dapil 3 ini tegas. (hari)










