BIDIK NEWS | SURABAYA – Untuk meningkatkan kapasitas pengusaha rintisan (startup) dalam mengakses permodalan non perbankan. Serta untuk memberikan panduan praktis mengenai cara mendapatkan pendanaan dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), termasuk investor.
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar workshop ‘Bekraf Get Funded’ di Hotel Ciputra World (Ciwo) Surabaya, Selasa (22/5). Pelatihan bertema ‘Startup Pitching to Access Financing’ ini dihadiri 150 startup digital dan non-digital dari Surabaya dan dari luar, yakni Yogjakarta.
Hadir nara sumber dalam pelatihan tersebut, diantaranya entrepreneur sekaligus penulis Get Funded Now – Nalin Singh, Deputi Akses Permodalan Bekraf – Fadjar Hutomo, Direktur Orbit Ventura – George Siregar serta GM & Marketing Orbit Ventura, Haris Abdullah.
Fadjar Hutomo menjelaskan, Bekraf menggelar workshop ini untuk membekali startup untuk siap mengakses permodalan non perbankan. “Mereka diajari presentasi (picthing) yang menarik minat investor serta dijelaskan haI-hal yang dinilai oleh investor, termasuk body language saat pitching. Harapannya, mereka tahu persiapan mendapatkan investor,” ungkap Fadjar.
Fadjar Hutomo juga memaparkan tentang peran aktif pemerintah dalam hal mendukung ekosistem startup Indonesia. Salah satu peran Bekraf adalah melakukan capacity building kepada pelaku ekraf atau startup melalui workshop ini.
Sedangkan Nalin Singh dan Haris Abdullah menambahkan tentang cara startup mendapatkan investor dan pitching menjadi salah satu cara yang paling utama dibahas. Mengingat kesiapan startup dalam melakukan pitching akan memperbesar peluang menarik minat investor untuk berinvestasi.
Menurut Nalin, dalam melakukan pitching, startup harus mempersiapkan pitch deck, yaitu bahan paparan berupa ‘informasi yang bisa menarik perhatian investor, permasalahan yang ingin diselesaikan, solusi menyelesaikan permasalahan, tim, dan traction. “Startup harus menyampaikan haI-hal tersebut dan meyakinkan investor bahwa bisnis mereka layak mendapatkan investasi,” ujarnya.
Terkait investor, Nalin Singh juga menekankan perlunya startup untuk mempersiapkan diri fase bertahan dan scale up, salah satunya dengan mendapatkan investasi dari investor, mengingat 90% startup gagal di tahun kedua. “Untuk mendapatkan investor yang tepat, startup perlu melakukan riset investor potensial yang sejalan dengan bisnis mereka,” pungkasnya. (hari)











