Inilah Kartu Gigi Ibu dan Anak Sehat Inovasi Mahasiswa FKG Unair untuk Kota Surabaya. (Foto : Ist)
SURABAYA – Saat ini, Indonesia menduduki peringkat sebagai negara dengan angka karies gigi anak 12 tahun ke bawah yang tinggi (DMF-T di atas 3,5) berdasarkan data WHO-SEARO 2016.
Sikap dan perilaku orang tua, terutama ibu, dalam pemeliharaan kesehatan gigi memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap perilaku anak. Ibu seharusnya memiliki pengetahuan, sikap, dan tindakan yang baik terhadap kesehatan gigi dan mulut agar dapat memberikan pendidikan kesehatan mulut kepada anaknya.
Namun sayangnya, ternyata kebutuhan akan kendali orangtua, khususnya ibu, dalam memantau dan mengawasi keadaan gigi anaknya tidak didukung dengan kesiapan sang ibu.
Berdasarkan temuan mahasiswa Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) di wilayah Puskesmas Mulyorejo pada hasil penelitian Agustus-September 2018 lalu. Ternyata hanya 9 ibu hamil yang melakukan perawatan di poli gigi dari 424 ibu hamil yang datang ke Puskesmas.
Hal ini merupakan sesuatu yang disayangkan oleh para mahasiswa. Ibu hamil merupakan awal dari masa kehidupan. Namun, ternyata rendah sekali perilaku dan minatnya menuju dokter gigi. Temuan ini menginspirasi mereka untuk membuat sebuah inovasi untuk memicu peningkatan kunjungan ibu hamil ke poli gigi.
“Bersama dengan pimpinan dan dokter gigi Puskesmas Mulyorejo, kami merancang sebuah media pemandu ibu sejak masa kehamilan, agar dapat memantau secara mandiri kondisi kesehatan gigi dan mulutnya, sekaligus anaknya kelak,” papar Amalia Wimarizky, S.KG, ketua tim kelompok PKL Mulyorejo, Kamis (20/9).
“Kami menawarkan kemudahan dalam penggunaan kartu GIAT ini, dengan disisipkan pada buku KIA yang berwarna pink. Ibu Hamil dan tenaga medik terkait dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan dan pencatatan kesehatan gigi dan mulut kelak,” tambah Amalia.
Di sisi lain, pihak Dinkes Surabaya juga memiliki concern yang sama dengan rencana inovatif para mahasiswa ini.
“Puskesmas di Surabaya 2019 depan memang ditarget untuk dapat memiliki alat atau media untuk mencatat kesehatan gigi sejak masa hamil, semacam kartu menuju sehat, namun versi gigi dan mulut,” terang Drg. Fabia Yustiaputri, dokter gigi Puskesmas Mulyorejo.
“Setelah mahasiswa menunjukkan kartu GIAT ini, sekaligus dicobakan pada para ibu hamil dan kader, ternyata sesuai dengan harapan kami sebagai pelaksana medik di Puskesmas. Bahwa ada alat bantu serupa dengan kartu menuju sehat yang memang dibutuhkan oleh kami,” tambahnya.
Kartu GIAT ini, didesain untuk digunakan sebagai media pencatatan gangguan kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan, khususnya pada kasus gingivitis pada masa kehamilan. Dilengkapi dengan tabel, grafik, dan kolom sederhana khas kartu menuju sehat, kartu GIAT ini dapat diisi dengan mudah untuk para ibu hamil dan kader.
“Kartu GIAT saat ini sedang dalam tahapan pengembangan menuju penciptaan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) Kota Surabaya, bekerjasama dengan Dinkes Kota Surabaya. Berikutnya kartu GIAT ini akan disosialisasikan di wilayah Ketabang, dan beberapa wilayah lain di Kota Surabaya. Ini berkat inovasi para anak didik kami di lapangan,” ucap Drg. Gilang Rasuna Sabdho Wening, M.Kes, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat (IKGM) FKG Unair, dosen pembimbing tim PKL. (hari)










