SURABAYA | bidik.news – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun tangan usai ramainya kasus bayar uang kuliah tunggal (UKT) dengan pinjaman online (Pinjol). KPPU menduga ada praktik monopoli pada fasilitas pinjol yang menjerat mahasiswa di perguruan tinggi.
Pernyataan itu dilontarkan Ketua KPPU yang baru, M. Fanshurullah Asa didampingi Kepala Kanwil IV Dendy R. Sutrisno saat bertemu wartawan di Kanwil IV KPPU di Jl. Embong Sawo Surabaya, Kamis (15/2/2024).
Dikatakan Ifan, sapaan akrab Fanshurullah, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang para rektor perguruan tinggi untuk memastikan apakah ada praktik monopoli terhadap pinjol pendidikan.
“Karena ada 83 kampus atau perguruan tinggi di Indonesia yang sudah bekerjasama dengan pinjol pendidikan, termasuk kampus-kampus ternama,” ujar Ifan yang enggan menyebut nama kampus tersebut.
Ifan menegaskan, seharusnya pinjaman dana untuk pendidikan atau kuliah jangan sampai dikenakan bunga, tapi saat ini di pinjol malah dikenakan bunga.
“Bayangkan, jika bunga pinjamannya sebesar 0,1% per hari kali 30 hari bisa sampai 3% per bulan. Jika ditotal per tahun, berarti bunganya bisa mencapai 36%. Bunga sebesar itu mengalahkan bunga pinjaman komersil. Ini kan sangat di sayangkan, apalagi terkait pendidikan,” tegasnya.

Ifan menjelaskan, KPPU yang sedang mengkaji soal pinjol pendidikan dan sudah mendapatkan referensi dari Komisi X DPR RI, bahwa untuk pinjaman dana pendidikan baik pinjol maupun pinjaman biasa itu tidak boleh dikenakan bunga.
“Karena ini dunia pendidikan, sementara dunia pendidikan merupakan investasi human capital bukan sektor bisnis atau komersial. Kami tidak mau mahasiswa menggunakan banyak pinjol yang berpotensi membuat mahasiswa ini gagal di tengah jalan. Karena apa? Dia enggak bisa lanjut kuliah karena dibebankan bunga yang tidak masuk akal,” ucap Ifan.
Dari sisi persaingan usaha, lanjutnya, akan kami lihat apakah kampus hanya merekomendasikan 1 perusahaan pinjol saja. “Nah kalau cuma satu pinjol saja kan jadi pertanyaan, koq dimonopoli, ini yang sedang kami fokuskan di monopolinya,” pungkas Ifan yang akan mengunjungi kampus ITS dan Unair.








