SAMPANG – Harga telur yang menurun drastis membuat nasib peternak ayam petelur diujung tanduk. Pasalnya, harga telur saat ini tidak sebanding dengan biaya perawatan dan pakan ayam. Jika pemerintah tidak turun tangan mengatasi turunnya harga telur para peternak telur akan gulung tikar.
Nasib tersebut saat ini dialami peternak ayam petelor, Musenni warga Desa Gunung Maddeh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Akibat turunnya harga telur dan naiknya harga pakan, pihaknya telah mengalami kerugian cukup besar.
“Sebelum Pandemi Covid 19, harga telur stabil dan mencapai angka Rp. 25 rihu perkilo. Saat iki, harga telur perkilo hanya Rp. 17 ribu, sementara harga pakan per sak mengalami kenaikan yakni Rp. 350 per sak,” Jelas Musenni.
Menurut pak Musenni saat ini di kandangnya ada 1000 ekor ayam petelur dua pekerja. Sehari 1000 ekor ayam bisa menghabiskan dua sak pakan. “Jika harga telur ayam terus mengalami penurunan dan harga pakan terus naik. Saya yakin, peternak dlaam waktu dekat akan gulung tikar,” terangnya.
Masih menurutnya, pihaknua berharap agar pemerintah segera turun tangan dan menurunkan harga pakan consentrat agar para patani bisa kembali bekerja dan tidak mengalami kerugian. (syam)











