LAMONGAN | bidik.news – Di tengah maraknya persoalan sosial yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari penyebaran konten negatif di internet hingga ancaman narkoba, peran generasi muda menjadi sangat krusial. Hal ini disampaikan oleh Abilah Syahmah, Mahasiswa BINUS University, dalam sebuah wawancara terkait peran milenial dalam pembangunan karakter bangsa pada Selasa ( 18/11/2025 ).
Abilah menyoroti bahwa derasnya arus informasi di media sosial menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan literasi digital yang kuat.
Pentingnya Filter Informasi dan Benteng Keimanan.
Menanggapi fenomena maraknya video dan informasi daring yang tidak mendidik, Abilah menekankan bahwa kunci utama bagi generasi muda adalah kemampuan menyaring informasi.
“Generasi muda harus mampu melakukan filter terhadap informasi-informasi yang ada. Ini penting agar kita tetap solid dan berperilaku positif di tengah arus globalisasi,” ujar Abilah di temui di kediamannya di Ponpes Sunan Drajat Gresik .
Selain kecerdasan digital, Abilah juga menggaris bawahi pentingnya penguatan aspek spiritual. Menurutnya, keimanan merupakan fondasi fundamental yang harus dimiliki pemuda untuk membentengi diri dari pengaruh buruk lingkungan, termasuk bahaya penyalahgunaan narkoba yang kini banyak menyasar kalangan remaja.
Dalam kesempatan yang sama, Abilah juga memberikan pandangannya mengenai manajemen waktu bagi mahasiswa baru (Maba). Menjawab dilema klasik antara menjadi mahasiswa yang aktif berorganisasi atau fokus belajar (kupu-kupu: kuliah-pulang, kuliah-pulang), Abilah menyarankan pendekatan yang bertahap.
Bagi mahasiswa yang baru memasuki dunia perkuliahan, Abilah menyarankan untuk memprioritaskan adaptasi akademik terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia organisasi.
“Menurut saya, di awal-awal (semester) lebih baik fokus kuliahnya dulu. Pastikan fokus belajarnya baik dan dasar ilmunya kuat,” jelas anak dari Iwan Zunaih Anggota DPRD Jatim .
Abilah menambahkan bahwa kesempatan berorganisasi masih terbuka lebar di semester-semester selanjutnya.
Dengan mendahulukan fokus akademik di awal, mahasiswa dapat memiliki manajemen waktu yang lebih matang ketika nantinya memutuskan untuk menyeimbangkan antara kuliah dan kegiatan kemahasiswaan.( Rofik )











