SURABAYA l bidik.news – Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Timur drh.H.Puguh Wiji Pamungkas , MM mengatakan Santri di Indonesia tidak bisa dielakan lagi sebuah entitas turut membidangi berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia.
” Daya juang dan semangat santri telah terbukti dalam sepanjang perjalanan bangsa turut membidangi dedikasinya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia , ” terang H Puguh beberapa waktu yang lalu.
Disampaikan politisi PKS dari Dapil Malang Raya ini bahwa tentu Indonesia sebagai rumah besar kaum muslimin umat Islam, dari 1,9 miliar itu mayoritasnya adalah muslim ada di Indonesia. Di Jatim juga menjadi basis pesantren dan santri. Menuju Indonesia emas 2045, tentu peran santri di tengah tengah proses memajukan bangsa harus terus dikawal dan di intensifikasi karena santri mereka adalah salah satu kalangan, yang sudah satu kesatuan lebih awal memiliki kekuatan karakter dan mentalitas yang hari ini dibutuhkan Bangsa Indonesia. Dengan adanya PP 18/2018 tentang pesantren, lanjut Puguh , saya pikir ini sesuatu domain harusnya semakin menguatnya posisi pesantren dan santri untuk terus berkiprah membangun bangsa dan negara. ” Tentu harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar memiliki kecakapan agar memiliki ruang kepemimpinan di Indonesia , ” ucapnya.
Lebih lanjut H.Puguh menyampaikan , saya pikir perlu dikaji terkait hari libur nasional karena memang jumlah santri di Indonesia cukup banyak dan secara filosofi perjuangan santri memang turut membidangi lahirnya NKRI Sehingga tidak ada salahnya hari santri sebagai wujud dari menghargai peran serta santri dalam mengawal republik ini dalam melahirkan generasi yang memiliki Karakter dan daya juang sebagai hari libur nasional.
” Tentu bukan sekedar menjadi hari libur, tetapi benar-benar yang menjadi tonggak bagi para santri di Indonesia agar mereka berupaya sekuat tenaga untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Yang menjadi santri yang berkualitas dan berdaya , ” pungkas Anggota Komisi E DPRD Jatim bidang Kesra . ( Rofik )











