PASURUAN I bidik.news -Gerakan Pasar Murah (GPM) yang di gelar Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara kontinyu dan serentak di setiap kecamatan sangat membantu warga yang membutuhkan. Ini dampak menurunnya daya beli masyarakat karena kelesuan ekonomi.
Seperti Sabtu lalu GPM digelar serentak di seluruh kecamatan dan dipusatkan di Pendopo Kecamatan Bangil dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad; kemudian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini; Kasdim 0819 Pasuruan; Inspektur Kabupaten Pasuruan Rachmat Syariffudin dan pejabat lainnya.
Saat itu, kegiatan GBM diawali dengan zoom meeting bersama Menteri Dalam Negeri serta Menteri Pertanian. Setelah itu dilanjutkan dengan pelaksanaan bazar pangan murah di titik-titik lokasi setiap kecamatan.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Hari Hijroh menjelaskan dalam bazar kali ini, ada empat komoditas yang tersedia, yakni beras SPHP, gula pasir, minyak goreng dan telur ayam boiler.
Khusus beras SPHP tersedia dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp 60 ribu, lebih murah dari harga di pasaran pada umumnya. Begitu pula untuk gula pasir yang dipasok dari PG Kedawung dijual per 1 kilogram seharga Rp 15 ribu. Begitu pula untuk minyak goreng merk minyakita juga dijuali seharga Rp 15 ribu serta telur ayam Rp 23 ribu per 1 kg.
“Kalau HET untuk beras SPHP per kilogramnya Rp 12.500. Jadi yang sekarang dijual lebih murah. Gula juga sekarang Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu, apalagi telur di pasaran sampai Rp 27 ribu,” jelas Hari.
Giat tesebut tak butuh waktu lama, penjualan minyak goreng dan telur ayam langsung habis dalam hitungan satu jam. Namun untuk beras dan gula masih tersedia.
Hari menjelaskan dari pihak Bulog Malang akan terus mendistribusikan beras SPHP kemasan 5 kg untuk warga, jikalau stok yang diberikan telah habis.
“Tadi 2 ton sudah datang. Kalau habis nanti dikirim lagi 2 ton, dan itu juga berlaku bagi kecamatan lainnya,” singkatnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Bangil H Muin Hanafi ditemui di rumahnya Sabtu (6/9/2025) menjelaskan, Gerakan pangan murah ini adalah langkah nyata pemerintah untuk memperkuat ekosistem pangan yang matang dan berkelanjutan.
“Adanya kegiatan Gerakan Pasar Murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari,” ujar Kaji Muin sapaan akrabnya.
Ia menambahkan ini sangat membantu sekali untuk warga yang memerlukan harga sembako murah, pasalnya saat ini perekonomian menurun dan mengalami kelesuan.
Waktu memantau giat pasar murah di Pendopo Kecamatan Bangi saat itu tampak tukang ojol, Ibu-ibu rumah tangga, tukang becak dan masyarakat lainnya antusias dengan Pasar murah tersebut.
Kedepannya, Kaji Muin mewakili warga berharap Gerakan Pasar Murah secara kontinyu di laksanakan Pemerintah Daerah. Ini sangat membantu warga yang membutuhkan. (rusdi)









