KEDIRI I Bidik news -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar malam apresiasi pilkada damai 2024, di Gedung Bagawanta Bhari Katang Kabupaten Kediri, pada Selasa malam (07/02/2025).
Kegiatan yang bertemakan ” Terimakasih Pemilih” ini dihadiri Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, jajaran Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Panwas, Forkopimda Kabupaten Kediri, awak media, dan dimeriahkan dengan pameran lukisan, seni tari, serta hiburan musik.
Ketua KPU kabupaten Kediri Nanang Qosim dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa kegiatan Malam Apresiasi Pilkada Damai 2024 ini bertujuan untuk mengapresiasi kepada pemilih serta seluruh stakeholder yang terlibat.
“Terimakasih kami ucapkan kepada warga kabupaten Kediri yang telah menggunakan hak pilihnya, sehingga tingkat partisipasi pemilih bisa mencapai 72,15 persen, atau naik 7 persen dibandingkan dengan pilkada tahun 2020, dan termasuk tertinggi se-Indonesia, karena lebih tinggi dari provinsi dan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut Nanang menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan pilkada di kabupaten Kediri yang berjalan dengan tertib, aman, dan damai.
“Kami juga menyampaikan terimakasih kepada forkopimda, jajaran TNI, Polri, kejaksaan, Pemkab Kediri, teman teman wartawan, dan semuanya yang telah membantu suksesnya Pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Kediri. Syukur Alhamdulillah pada pilkada serentak 2024 ini kita tidak ada gugatan dan sengketa apapun,” pungkasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa dalam sambutanya mengatakan, pihaknya mengapresiasi KPU kabupaten Kediri dan seluruh pihak yang telah bekerja keras selama proses Pilkada serentak 2024.
“Saya mewakili Mas Bupati Hanindito Himawan Pramana, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berjuang untuk mensukseskan pilkada ini,” ujar wakil Bupati Kediri.
Lebih lanjut Mbak Dewi, mengapresiasi kepada masyarakat kabupaten Kediri yang telah menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak 2024.
Ia menyebut ada peningkatan sebesar 7 persen bila dibandingkan dengan pilkada sebelumnya.
“Angka 7 persen itu bukan angka yang kecil, karena di pilkada ini sudah berarti ribuan suara,” tutupnya.











