BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Gabungan LSM Banyuwangi ‘Banyuwangi Bersih’ menduga proses lelang kedua (re-tender) paket Pekerjaan Konstruksi Perbaikan Jalur Pendakian dan Sarana Pendukung Kawasan Kawah Ijen dengan anggaran sebesar Rp. 3.562.823.000,- masih ada permainan dan pengkondisian.
Menurut Ketua DPD LSM Pembela Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat) Banyuwangi, Hari Wijatmoko, SH, terkait lelang ini pihaknya akan terus melakukan investigasi, karena ada kemungkinan pelelangan kedua ini PT. Anugrah Mitra Kinasih (AMK) kembali akan di jadikan pemenang lelang oleh Kelompok Kerja (Pokja) Balai Besar KSDA Jatim, karena indikasi ke arah sana sangat jelas.
Terbukti, sambung Hari, waktu pelelangan pertama, PT. AMK tidak melampirkan sertifikat ISO dari perusahaan paving, namun malah di jadikan pemenang. Sementara PT. Mitra Utama Raya (MUR) yang juga mengambil dukungan paving dari perusahaan paving yanh sama juga tidak melampirkan sertifikat ISO perusahaan paving, tapi malah gugurkan.
“Memang saat ini pokja sudah membatalkan lelang pertama dan sudah di lakukan tender ulang. Namun, seandainya pada pelelangan pertama tidak disanggah oleh PT. MUR, pasti proses lelang pertama tetap di lanjutkan,” ungkap Hari.
Ditambahkan Hari, dugaan pengkondisian dilelang tersebut sangat jelas, karena Pokja Balai Besar KSDA Jatim tidak mengevaluasi dokumen penawaran PT. AMK, tetapi hanya mengevaluasi dokumen penawaran perusahaan lainya yang memasukan dokumen penawaran untuk mencari kesalahan dokumen penawarannya agar bisa memuluskan kemenangan PT. AMK.
“Kita tunggu saja apa yang akan di lakukan oleh Pokja Balai Besar KSDA Jatim pada pelelangan kedua ini, kita tunggu hasil evaluasinya, karena apabila PT. AMK lagi yang menjadi pemenang lelang maka berarti dugaan kami benar,” cetusnya.
Saat dikonfirmasi terkait dugaan Gabungan LSM Banyuwangi tersebut, Ketua Pokja Balai Besar KSDA Jatim, Rina, lagi-lagi dikonfirmasi tidak ada jawaban. Saat ditelepon via selulernya tidak diangkat, dan melalui pesan singkat juga tidak di jawab.(nng)










