SURABAYA – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur Hidayat berharap agar pemerintah pusat melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja Pemprov Jatim dalam menangani Covid-19. Langkah itu harus dilakukan karena hingga saat kasus positif Covid-19 baru di Jatim masih tertinggi di Indonesia.
“Kenapa Covid-19 di Jatim sangat tinggi, perlu ada evaluasi secara menyeluruh terhadap semua yang berkaitan dengan Covid terutama Gugus Tugas Provinsi. Ini penting untuk melihat kekurangannya. Apakah Gugus tugas belum meningkatkan kinerjanya, atau persoalan anggaran dan apakah karena kendala komunikasi dengan masyarakat sehngga mereka tidak patuh terhadap protokol kesehatan,” katanya pada Selasa (14/7).
Menurut dia, kinerja Gugus Tugas Provinsi Jatim dalam sosialisasi pencegahan Covid-19 di masyarakat masih kurang maksimal. Terbukti, hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan masih rendah. Sehingga angka penularan Covid-19 di Jatim masih tetap tinggi.
“Gugus tugas harus meningkatkan sosialisasi, edukasi & simulasi tentang pencegahan Covid, selama ini mash kurang maksimal. Apalagi kebijakan ttg covid yg msh belum dipahami masyarakat new normal, relaksasi, pelonggaran, penggunaan masker,” tambahnya.
Hidayat mengaku heran karena sampai saat ini Jatim masih memimpin dalam reproduksi kasus Covid-19 baru di tingkat nasional. Seharusnya, dengan angaran penanganan Covid-19 yang besar dan dukungan dari semua pihak, angka penularann virus asal Wuhan itu bisa ditekan. Dia berharap adanya revisi Peraturan Daerah (Perda) No 1/Tahun 2019 TNI/Polri dalam menangani Covid-19 bisa menurunkan kasus tersebut di Jatim.
“Hari ini ada prakarsa anggota soal Kambtibmas revisi Perda, terutama soal evaluasi Covid-19. Kita lihat nanti apakah dengan peraturan ini ada penurunan, kalau tidak berarti harus dilihat seberapa tinggi kinerja gugus tugas. Kita sudah siapkan anggarannya, perangkatnya kenapa kok belum turun,” tambah anggota DPRD Jatim dari Dapil Mojokerto-Jombang itu.
Sementara itu, dalam website thebonza pada Selasa (14/7), Rate Transmision (RT) di Jatim masih 1,2 persen. Angka penularan Covid-19 tersebut tertinggi keempat setelah
Jatim menjadi provinsi keempat di Indonesia. Sementara itu kasus Covid-19 di Jatim hingga saat mencapai 16877 orang, jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia. Meski demikian, angka kesembuhan di Jatim juga terus mengalami peningkatan.












