• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home PENDIDIKAN

Empat Panelis Indonesia-Australia Bahas Optimalisasi Sektor Maritim

admin by admin
9 years ago
in PENDIDIKAN
Reading Time: 2 mins read
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA | BIDIK – Memberantas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) menjadi salah satu hal yang patut diprioritaskan dalam kebijakan zona biru (blue zone). Sebab, penangkapan ikan secara ilegal marak terjadi di sejumlah negara dan memiliki kerugian yang besar.

Pernyataan tersebut dilontarkan Prof. Erika Techera pengajar University of Western Australia (UWA) saat diskusi panel bertema In The Zone “The Blue Zone: Environment, Security, and Resources in the Indo-Pacific Maritime Realm”, di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Universitas Airlangga (Unair), Senin (22/5/2017).

Erika menjelaskan, penangkapan ikan secara ilegal bisa dipungkas dengan penggunaan teknologi, solusi legal formal, hingga pengerahan aparat militer. “Kita banyak berbicara tentang ketahanan pangan, tapi itu tidak akan berhasil kalau kita tidak memerangi penangkapan ikan secara ilegal,” tutur Erika.

Peneliti di Ocean Institute of UWA itu mengatakan, negara-negara di kawasan zona Indo-Pasifik, khususnya Indonesia dan Australia, bisa berkolaborasi secara intensif untuk memerangi penangkapan ikan secara ilegal.

Konsul Jenderal RI untuk Perth-Australia Barat, Ade Padmo Sarwono mengatakan, pemerintah perlu mengadakan pertemuan multilateral antar petinggi negara Indo-Pasifik agar potensi sumber daya alam di zona biru Samudera Hindia bisa dimanfaatkan secara optimal.

Ade menambahkan, agenda-agenda yang dibahas dalam pertemuan multilateral tersebut antara lain mengenai isu-isu yang dihadapi bersama. “Dari situlah kita bisa mengetahui bagaimana potensi sumber daya alam Samudera Hindia. Inilah peran yang bisa dimainkan oleh pemimpin negara Indonesia dan Australia,” terang Ade.

Peran lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh perguruan tinggi adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk berkolaborasi secara akademik. Menurut Erika, kolaborasi akademik memungkinkan para peneliti untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih baik kepada para perumus regulasi.

“Salah satunya melalui pemberian beasiswa. Ketika kita memperoleh beasiswa, kita bisa mengubah pola pikir setelah berdiskusi dengan mahasiswa ataupun dosen dari negara lain. Kita bisa berbuat lebih baik dalam perencanaan kebijakan perikanan dan kelautan dan sebagainya,” ujar Etika.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan sekaligus pengajar di Fakultas Perikanan dan Kelautan Prof. Dr. Sri Subekti, yang juga menjadi panelis dalam diskusi The Blue Zone menuturkan, kemiskinan masih menjadi problem utama masyarakat pesisir di Indonesia.

Ia menekankan agar pemerintah antar negara bisa bekerjasama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, seperti nelayan.

Dalam diskusi tersebut, Sri Subekti juga bertutur tentang kiprah yang dilakukan Konsorsium Mitra Bahari cabang Jatim. Konsorsium yang beranggotakan pemerintah, swasta, dan organisasi non pemerintah terlibat dalam memberdayakan nelayan dan masyarakat pesisir, serta melindungi ekosistem di kawasan laut dan pulau-pulau terpencil.

Jalannya diskusi panel tersebut dipandu oleh moderator Prof. Gordon Flake dan dihadiri mantan Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Australia Prof. Stephen Smith.

Sebelum acara dimulai, Rektor Unair Prof. Dr. Mochammad Nasih dan Dubes Australia untuk RI Paul Grigson menyampaikan sambutannya secara langsung. Selain itu, Menteri Pertambangan dan Minyak Bumi Australia Barat Bill Johnston juga menyampaikan prakata.

Acara diskusi panel ini merupakan bentuk kerjasama sister-province antara Jatim dan Australia Barat. Selain itu, diskusi panel ini merupakan bagian dari konferensi tahunan “In The Zone” yang digelar Perth USAsia Centre. (hari)

Related Posts:

  • Unair Kukuhkan Tiga Guru Besar Ke-468
  • rektor
    Rektor Unair Kukuhkan 3 Guru Besar Baru
  • unair
    Unair Tuan Rumah WAEJUC Research Training 2019
  • IMG-20230921-WA0072
    Pengukuhan Guru Besar Wujudkan Unair Jadi SMART University
  • Unair Kukuhkan 3 Profesor Baru
  • IMG-20190126-WA0021
    Unair Kukuhkan 3 Guru Besar
Tags: maritimUnairuwa
Previous Post

Crown Group Luncurkan Air Terjun Tertinggi di Australia

Next Post

Kapolrestabes Surabaya Pimpin Upacara Purna Bakhti

admin

admin

RelatedPosts

Ekspedisi 80 Gunung Arjuno, Unair Bawa Misi Sosial & Lingkungan
PENDIDIKAN

Ekspedisi 80 Gunung Arjuno, Unair Bawa Misi Sosial & Lingkungan

by Haria Kamandanu
16/08/2025
0

SURABAYA | bidik.news – Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam UKM Wanala (Mahasiswa Pecinta Alam) menjadi bagian...

Read moreDetails
Rawan Kekeringan, IKA Unair Tulungagung Bangun Sumur

Rawan Kekeringan, IKA Unair Tulungagung Bangun Sumur

20/05/2024
Peneliti Unair Temukan Senyawa Penghambat Sel Kanker

Peneliti Unair Temukan Senyawa Penghambat Sel Kanker

03/05/2024

14.516 Calon Mahasiswa Ikuti UTBK 2024 di Unair

30/04/2024

Mewisuda 1.069 Lulusan, Rektor Unair Titip 3 Pesan

03/03/2024

Unair Buka Olimpiade Sains Airlangga, Siswa SMA/SMK Sederajat Wajib Daftar!

04/01/2024
Next Post

Kapolrestabes Surabaya Pimpin Upacara Purna Bakhti

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Tingkatkan pelayanan Masyarakat, RSUD Grati Tambah Kamar Operasi

Tingkatkan pelayanan Masyarakat, RSUD Grati Tambah Kamar Operasi

12/01/2026
Tiba di Banyuwangi, Ratusan Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Siap Disalurkan

Tiba di Banyuwangi, Ratusan Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Siap Disalurkan

12/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.