BANYUWANGI | bidik.news – Operasi pencarian korban kapal nelayan “KMN Inovasi” di Pantai Grajagan resmi dihentikan dan ditutup total oleh Tim SAR Gabungan, Kamis (23/7/2026) pagi.
Penghentian pencarian ini dilakukan secara resmi karena seluruh korban yang dilaporkan hilang telah berhasil ditemukan.
Korban terakhir atas nama Lukman (25) warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 08.22 WIB.
Proses pencarian resmi dihentikan dikarenakan sudah tidak ada lagi korban yang tersisa atau dinyatakan hilang di laut.
“Hari ini, Kamis, 23 Juli 2026, pukul 08.40 WIB proses pencarian dihentikan setelah dilakukan debriefing akhir oleh tim gabungan. Total korban meninggal sebanyak 4 orang, semuanya telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.
Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat nelayan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama proses pencarian.
“Alhamdulillah, pada hari keempat operasi, seluruh korban berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dapat kami tutup. Atas nama Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” ungkapnya.
Sebelumnya dilaporkan, KMN Inovasi membawa 33 awak kapal dihantam gelombang tinggi hingga mengakibatkan kapal terbalik di perairan Pelawangan Grajagan, Senin (20/7/2026).
Jumlah korban yang dilaporkan selamat dalam tragedi tersebut adalah 29 orang. Sedangkan korban meninggal dunia sebanyak 4 orang yaitu Purnomo (warga Desa Tegaldlimo), Junairi (warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring), Sutris (warga Desa Tegalsari, Kecamatan Cluring) dan Lukman (warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo).(nng)











