SUMENEP I bidik.news – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memiliki panorama alam yang indah dan menakjubkan dengan kebudayaan yang unik untuk dijadikan destinasi wisata. Berikut catatan tim Universitas Wiraraja yang melakukan ekspedisi ke sejumlah tempat wisata di Sumenep sejak 5 Agustus 2024.
Destinasi wisata pertama yang dituju Tim Ekspedisi adalah Somber Rajeh di Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep. Tempat wisata tersebut dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
Banyak jalan untuk menuju tempat wisata Somber Rajeh. Kalau dari kota Sumenep, yang terdekat bisa lewat Jalan Raya Sumenep-Pamekasan ke selatan, kemudian belok kanan ke arah barat di Kecamatan Saronggi.
Jalan lainnya dapat melalui Jalan Raya Kecamatan Lenteng. Jarak dari Kota Sumenep ke Lenteng sekitar 10 kilometer. Lalu dari Kecamatan Lenteng dapat ditempuh dengan dua jalur, yaitu ke arah barat melewati Jalan Ganding atau ke selatan melewati Gunung Peggek di Desa Moncek Timur.
Bagi warga dari arah Kota Pamekasan yang ingin menuju Somber Rajeh dapat melalui jalan ke utara di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan melewati Desa/ Kecamatan Guluk-Guluk.
Tim memilih lewat Jalan Raya Lenteng ke selatan melalui Gunung Peggak dengan mengendarai mobil. Jarak dari Kantor Kecamatan Lenteng menuju Somber Rajeh, Desa Rombiya sekitar 12 kilometer di barat daya atau 23 menit perjalanan dengan menggunakan mobil.
Sesampainya di tempat wisata itu, tampak eksotisme sejumlah wahana wisata yang ditawarkan, seperti wahana memancing, perahu bebek, bebek anak, dan spot foto.
Selain itu, pengunjung juga dimanjakan dengan bunga-bunga sakura yang menghiasi sudut-sudut lokasi wisata, termasuk bangunan dengan atap segitiga dan atap melengkung dengan konsep minimalis khas eropa.
Hanya saja, saat tim tiba di Somber Rajeh, sejumlah wahana dalam proses pengembangan. Tampak sejumlah pekerja memperbaiki sepeda air dan penggalian di beberapa titik lokasi wisata.
“Kami akan terus melakukan pengembangan di tempat ini (lokasi wisata Somber Rajah) untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung,” kata Sekdes Rombiya Timur Hannan.
Hannan menjelaskan, lokasi rekreasi Somber Rajeh memanfaatkan sumber air yang ada. Jadi, air di desa itu selain dipakai untuk mengairi lahan pertanian juga dimanfaatkan untuk lokasi wisata.
Koordinator Tim Ekspedisi Universitas Wiraraja Wilda Rasaili mengatakan, tujuan timnya melakukan ekspedisi tak lain untuk melihat lebih jauh mengenai digitalisasi dan keberlanjutan pembangunan pariwisata pedesaan di Sumenep. “Terutama dalam pemberdayaan masyarakatnya,” tegasnya.
Terdapat beberapa hal yang menjadi kerangka penelitian tim yang dinakhodainya, antara lain pengembangan pariwisata berbasis digital, keberlanjutan pembangunannya dalam ekosistem sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kemudian partisipasi masyarakat, dampak digitalisasi, dan integrasi digitalisasi.
Kerja tim ekspedisi dalam melakukan serangkaian penelitian pariwisata juga mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep. Sebab, pariwisata menjadi salah satu potensi unggulan daerah di Sumenep.
“Dari hasil penelitian tim akademisi itu, kami nantinya bisa memetakan prioritas penanganan tempat wisata di Sumenep untuk lebih baik,” kata Kepala BRIDA Sumenep Benny Irawan.
Menurut Benny, jangan sampai persoalan yang belum tertangani dapat berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata di Sumenep. Untuk itu, hasil yang diperoleh tim nantinya sangat bermanfaat, terutama bagi pemerintah kabupaten.
Tim ekspedisi terdiri dari Wilda Rasaili (Koordinator), Zarnuji (Media), Irma Irawati Puspaningrum (Pengembangan Pariwisata), Ach Andririyanto (Digital), Deny Feri Suharyanto (Marketing). Ekspedisi tersebut juga melibatkan mahasiswa, yaitu Putri Oliviana Denisa Rahman dan Yulianda Nur Aulia.
Selanjutnya, Tim Ekspedisi menuju Kebun Raya Calina Bato, Desa Jambu, Kecamatan Lenteng yang menawarkan hasil pertanian, terutama pepaya. Seperti apa kondisinya? Nantikan ekspedisi selanjutnya. (suf)











