Sumenep | bidik.news – Setelah dari Pantai Matahari di Desa Lobuk, Tim Ekspedisi LPPM Universitas Wiraraja yang bekerjasama dengan BRIDA Sumenep kemudian menuju Taman Wisata Alam Pagarbatu Boekit TAWAP Lengleng, Kecamatan Saronggi, 15 Agustus 2024.
Jarak Taman Wisata Alam Pagarbatu Boekit TAWAP dari pusat Kota Sumenep 22,6 kilometer ke arah selatan melewati Jalan Trunojoyo dan Jalan Raya Pamekasan-Sumenep.
Jalur terdekat menuju Boekit TAWAP sama dengan jalur menuju Pantai Matahari. Meski kedua tempat wisata itu berbeda kecamatan, tapi trayek terdekat tetap melewati Jalan Raya Tanjung dari jalan raya di Kecamatan Bluto.
Lokasi Boekit TAWAP di Desa Pagarbatu berada di timur laut Pantai Matahari Desa Lobuk dengan jarak 5,6 kilometer. Tim ekspedisi yang melanjutkan perjalanan dari Pantai Matahari hanya memerlukan waktu sekitar 13 menit menggunakan mobil untuk sampai di Boekit TAWAP.
Harga tiket masuk taman yang terletak di utara Jalan Raya Tanjung itu Rp 15 ribu per orang. Harga tersebut bisa berubah kalau ada promo atau event-event yang digelar pihak pengelola.
Di Boekit TAWAP, tim ekspedisi berjalan mengelilingi tempat-tempat yang menjadi andalan taman wisata yang di-launching pada 2022 itu dengan didampingi pihak pengelola.
Sesuai namanya, kalau tawaf dalam Islam berarti berjalan mengelilingi Kakbah tujuh kali, tapi di Boekit TAWAP berjalan lengleng (mengelilingi) lokasi-lokasi yang sudah ditentukan jalurnya.
Mulai dari lokasi sumber air belerang di tenggara areal taman, kemudian ke utara menuju jalur spot-spot foto dan beberapa kolam renang. Dari atas bukit ke selatan, pengunjung juga dapat melihat eksotisme pemandangan Selat Madura.
Korlap Taman Wisata Alam Pagarbatu Boekit TAWAP Lengleng Muftalin Enggang menjelaskan, khusus untuk kolam renang disediakan empat kategori, yaitu balita, anak-anak, umum, dan hijaber.
“Kalau perempuan hijaber ingin berenang dengan lokasi khusus kami juga sediakan. Khusus maksudnya, di lokasi itu tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan,” katanya sambil menunjuk salah satu kolam renang dari atas bukit.
Menurut Enggang, biasanya banyak pengunjung yang datang ke Boekit TAWAP pada akhir pekan dan hari-hari besar. “Kalau di akhir pekan pengunjung yang datang dalam sehari sekitar 200-400 orang, tapi kalau hari besar seperti lebaran ketupat bisa sampai 4000 pengunjung dalam sehari,” katanya.
Direktur BUMDes Harapan Bahari Pagarbatu Agus Rifandi mengatakan, secara manajerial, Taman Wisata Alam Pagarbatu Boekit TAWAP Lengleng melibatkan masyarakat setempat, termasuk investornya.
“Yang menjadi investornya adalah masyarakat sendiri di sini (Desa Pagarbatu). Ada sebanyak 698 KK yang menjadi investor. Modal dari tiap KK Rp 2,4 juta dengan cara dicicil bagi yang tidak mampu,” terangnya.
Bagian Media Tim Riset Pariwisata Unija Zarnuji mengatakan, salah satu yang menjadi perhatian timnya adalah terkait penggunaan media sosial untuk menarik minat wisatawan berkunjung. “Baik dalam hal aksesibilitas informasi, sosialisasi, dan pemasaran,” katanya.
Mantan pimpinan salah satu media di Madura ini menjelaskan, kedatangan timnya ke Boekit TAWAP juga untuk mengetahui pengelolaan media dilakukan tim secara profesional atau hanya melalui postingan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap tempat wisata tersebut.
“Atau apakah hanya pengunjung yang meramaikan di berbagai platform media sosial. Untuk itu kami perlu datang ke lokasi, supaya dapat mengetahui secara jelas,” tegasnya.
Dari Taman Wisata Alam Pagarbatu Boekit TAWAP Lengleng, ekspedisi dilanjutkan ke tempat wisata Kampung Pasir di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang. Nantikan catatan ekspedisi selanjutnya. (suf)











