SIDOARJO – Banyak warga yang resah, jika ada keluarga yang masuk rumah sakit, namun tiba-tiba oleh pihak rumah sakit di nyatakan positif Virus Covid-19, padahal sebelum masuk rumah sakit, pasien tersebut hanya terjangkit flu, batuk, pilek atau penyakit lainnya. Hal ini yang dikeluhkan warga Sidoarjo Kecamatan Gedangan, saat reses dengan anggota DPRD Jawa Timur asal Dapil 2 (Daerah Pemilihan) wilayah Sidoarjo, Kamis (17/9/2020)
Saat menyerap
aspirasi masyarakat Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto Mars mengatakan, bahwa persoalan tersebut memang sudah di bahas dalam rapat komisi E DPRD Jatim yang membidangi kesehatan saat hearing dengan Dinas kesehatan, kita mengharapkan supaya menjelaskan dengan pasti jika seseorang di sebut Covid-19, maka diagnosa untuk menegaskan Covid -19 tersebut harus jelas.
Dicontohkan dr. Benjamin, misalkan ada pasien masuk rumah sakit maka terlebih dahulu di Swab apakah hasilnya positif atau negatif, misalkan juga ada pasien memiliki tanda-tanda dari darah lengkapnya atau lekositnya rendah, misalkan juga ada pasien yang punya tanda-tanda memiliki pleg paru-paru yang progres dalam waktu dekat ada penyebaran paru-paru yang lebih luas.
,” Jadi saya menghimbau jangan terlalu gampang pihak rumah sakit menyatakan Covid-19 yang pada akhirnya di hubungkan pada suatu anggaran. Kasihan pasien tersebut di jusmen karena ketika pasien di vonis positif covid maka pasien beserta keluarganya akan merasa seperti kena hukuman dengan dilakukan swab sekeluarga, ” terang dr. Beny saat reses di kecamatan Gedangan, Kamis ( 17/9).
Politisi asal Partai Gerindra ini juga menekankan supaya penegakan Covid-19 atau diagnosa pihak rumah sakit terhadap pasien harus benar-benar di lakukan dengan jelas dan transparan, agar warga yang mau mencari kesembuhan di rumah sakit , justru malah sebaliknya ketakutan jika pihak rumah sakit menjusmen pasien dengan Covid-19.
” Saya menghimbau agar masyarakat benar-benar menggunakan protokol kesehatan,” tandasnya . Untuk pihak rumah sakit wajib memastikan diagnosa itu dengan jelas karena sekarang hasil Swab dengan mudah bisa diketahui 1×24 jam dan tidak seperti yang lalu,” Jangan sampai ada pasien yang sudah meninggal baru di Swab ,” Katanya.
” Sosialisasi diagonosa Covid-19 harus di lakukan, agar supaya masyarakat memahami jika ada keluarganya yang masuk rumah sakit tidak resah. Pihak keluarga wajib menanyakan apa dasarnya diagnosa pasien di nyatakan Covid-19,” .Kita berhak bertanya kepada dokter atau tim medis ,” tegas politisi Gerindra yang juga profesi seorang dokter ini.
Oleh karena itu sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD Jawa Timur , saya tegaskan sekali lagi pemerintah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media -media terkait diagnosa Covid-19 harus di lakukan secara transparan supaya masyarakat paham dan tidak terkesan di bodohi. ( rofik)











