BANYUWANGI – Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta) Banyuwangi, Muhammad Khoiri menegaskan, tidak ada pungutan sama sekali terkait penyaluran bantuan benih padi kepada petani.
Menurut Khoiri, benih padi tersebut diberikan secara gratis agar petani mau menanam padi guna meningkatkan produktifitas komoditas pertanian.
Terkait adanya kabar pungutan sebesar 25 ribu, Khoiri mengaku pihaknya tidak tahu menahu dan tidak pernah mengatur itu.
Dalam hal ini, jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi hingga petugas yang ada dilapangan (PPL), tidak diperkenankan ikut mengatur ke dalam rumah tangga kelompok tani. Dan PPL sesuai tupoksinya yaitu memberikan pembinaan pendampingan terapan teknologi pertanian untuk meningkatkan provitas dan produksi budidaya komoditas pertanian.
“Dari hasil investigasi kami, ternyata adanya pungutan itu dari internal kelompok dan sudah kesepakatan bersama anggota,” kata Khoiri, Jum’at (18/03/2022).
Ironisnya lagi, petani yang mengeluhkan adanya pungutan tersebut bukanlah anggota kelompok tani yang menerima bantuan benih padi tersebut.
Dia menjelaskan, bantuan benih padi tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian (APBN) dan proses pendistribusiannya melalu pihak ketiga atau rekanan. Kemudian, kelompok tani yang membagikannya kepada anggota masing-masing sesuai usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
“Jadi, yang menyerahkan bantuan kepada kelompok tani tersebut adalah rekanan, bukan Dinas,” tegasnya.
Khoiri juga mengungkapkan, bantuan benih padi tersebut tidak secara rutin diberikan. Selain itu, antara bantuan dengan luasan lahan pertanian di Banyuwangi jumlahnya masih terlalu sedikit. Sehingga, kurang lebih 2 atau 3 tahun mungkin baru dapat lagi. Hal ini memberi kesempatan bagi yang belum pernah mendapatkan bantuan benih.
“Sebenarnya bantuan ini setiap tahun dianggarkan oleh pusat, tetapi karena keterbatasan, ya harus bergantian, yang sudah dapat paling tidak harus menunggu 2-3 tahun baru dapat lagi,” jelas Khoiri.
Hal itu dikarenakan, luas lahan pertanian di Banyuwangi adalah 65 ribu hektar, dalam satu tahun ada tiga kali musim tanam padi. Kurang lebih realisasi tanam padi mencapai 120 hektar. Jadinya, kelompok tani yang menerima bantuan harus bergiliran dan bersabar.
Khoiri berpesan kepada para kelompok tani, agar bantuan benih padi ini didistribusikan sesuai dengan CPCL yang ada.
“Artinya, bantuan itu harus diberikan sesuai dengan daftar nama yang ada atau tepat sasaran,” tandasnya.
Dia juga berharap bantuan benih padi tersebut segera diberikan kepada masing-masing petani, agar petani bisa langsung tanam guna mewujudkan swasembada pangan.(nng)










