BIDIK NEWS | | BANYUWANGI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi melakukan giat pelayanan jemput bola disekolah.
Program percepatan pelayanan Dispendukcapil kali ini difokuskan untuk melakukan perekaman pelajar di SMAN 1 Giri Banyuwangi, Sabtu (15/09).
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Banyuwangi, Djafri Yusuf, melalui Sekretaris, Saiful Salam Seputro mengatakan, pelayanan jemput bola ini terus digiatkan, karena pihaknya ingin mempercepat pelayan khususnya di Sekolah dan masyarakat.
“Saat ini kita fokuskan pelayanan rekam KTP el bagi pelajar usia 16 tahun terhitung 17 April 2018,” kata Saiful.
Menurutnya, hal itu berdasarkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Semarang, bahwa Dispendukcapil harus mensukseskan Pemilu tahun 2019. Artinya, saat pemilu tahun 2019 nanti, pemilih wajib memiliki KTP el, sehingga pihaknya turun ke sekolah-sekolah dan ke Desa-Desa setiap hari Sabtu.
Hal itu bertujuan karena KTP el sudah merupakan hak masyarakat sebagai warga negara, tetapi karena Dispendukcapil mungkin jangkauannya jauh dari Desa, sehingga pihaknya jemput bola ke Desa.
Sedangkan untuk siswa sekolah, lanjut Saiful, yang sekolahnya hari Senin sampai Jum’at, maka pihaknya akan melakukan pelayanan rekam KTP el ke sekolah tersebut hari Sabtu. Untuk sekolah yang hari Sabtu tidak libur, maka pihaknya akan upayakan di hari Sabtu siang atau setelah habis jam pelajaran sekolah.
“Kita saat ini menjaring rekam KTP el itu ada di dua sisi. Pertama di masyarakat dan di sekolah-sekolah atau pondok pesantren,” tandasnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Giri Banyuwangi, H. Mujib menyambut baik dengan adanya pelayanan jemput bola Dispendukcapil.
“Ini program bagus, karena pelayanan dilakukan saat siswa libur, sehingga siswa tidak perlu repot dan ribet untuk meninggalkan jam sekolah,” ujar H. Mujib.
Dikatakannya, dengan adanya kebijakan Dispendukcapil yang hadir di Sekolah untuk merekam data, kemudian sampai dengan detail untuk mencetak KTP el, ini sangat bagus sekali.
“Semoga nanti ditahun ajaran baru kita bisa bekerjasama lebih awal, sehingga pada saatnya nanti siswa membutuhkan KTP el, mereka sudah punya, karena KTP el ini sangat dibutuhkan,” tuturnya.(nng)










