PASURUAN I bidik.news – Ratusan pelajar SMP tepatnya sebanyak 420 siswa yang terdata berasal dari keluarga miskin ekstrim di Kabupaten Pasuruan tak perlu bingung untuk mencari kendaraan yang bisa mengantar mereka sekolah.
Dikarenakan tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan kembali memberikan fasilitas angkutan sekolah gratis untuk siswa miskin ekstrim tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa melalui Kabid Angkutan dan Sarana, Susetyo Dimas mengatakan, ratusan pelajar tersebut akan diantar ke sekolah dengan menggunakan angkutan desa yang disewa.
Total ada 21 armada yang disewa plus supir yang akan membawa para pelajar tersebut.
“Kalau armada nya ada 21 angkutan desa. Kami sewa plus kami membayar supir dengan tarif sesuai kesepakatan, yakni Ro 3500 per anak,” jelas Dimas sapaan akrabnya.
Teknisnya, para pelajar diminta untuk berkumpul di satu titik yang disepakati. Waktunya pun ditentukan, yakni maksimal jam 6 pagi sudah berada di dalam kendaraan supaya tidak terlambat datang ke sekolah.
“Masalah titik kumpul kami serahkan kepada para supir dengan siswa atau orang tua yang mengantarnya. Maksimal jam 6 sudah di dalam kendaraan, sehingga bisa langsung berangkat sekolah,” tukas Dimas saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu siang (07/02/2024).
Ratusan pelajar yang mendapatkan fasilitas berangkat-pulang dengan angkutan gratis tersebut berasal dari beberapa kecamatan, diantaranya Kraton, Pohjentrek, Gondangwetan, Pasrepan, Lekok, Grati, Nguling dan Kecamatan Winongan.
Sedangkan para siswanya bervariasi, diantaranya dari SMPN 1 Kraton, Mts 6 Pohjentrek, SMPN 1 Gondang Wetan, SMPN 1 Pasrepan, SMPN 1 Lekok, SMPN 2 Nguling dan SMPN 3 Grati satu atap dan SMPN 1 Winongan.
Ditambabkan, setiap siswa sudah diberikan kartu akses naik, sehingga nanti para siswa tinggal menempelkan kartu dan sudah bisa naik kendaraan angkutan tersebut.
“Para pelajar ini kami beri kartu akses naik. Tinggal ditempelkan ke kendaraan, kalau sudah penuh langsung berangkat,” imbuh pria berbadan subur ini.
Saat ditanya besaran anggaran yang dikeluarkan, Dimas menegaskan bahwa APBD Kabupaten Pasuruan telah menyediakannya. Totalnya mencapai Rp 800 juta yang dipergunakan selama satu tahun ajaran.
“Angkutan desa akan mengantar setiap hari senin sampai sabtu, kecuali minggu dan tanggal merah, ya libur,” tegasnya.
Angkutan gratis ini sangat penting sekali bagi siswa kurang mampu. Apalagi jarak sekolah dan rumah lumayan jauh ditambah jalur lintas disitu tidak ada angkutan umum. Dengan adanya angkutan gratis ini sangat membantu siswa dan orang tua.
“Semoga program yang sangat baik ini bisa berkelanjutan tiap tahunnya,” harap Dimas. (rusdi)











