TULUNGAGUNG I BIDIK.NEWS – Wabah penyakit chikungunya di Tulungagung saat ini semakin meningkat dan menyerang ratusan warga. Penyakit Chikungunya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Saat ini data dari Dinkes Tulungagung, per Jumat tanggal 27 Januari 20023 tercatat sebanyak 100 kasus Chikungunya yang tersebar di Desa Ngunut, Desa Jatimulyo, Desa Gilang, dan Desa Pulosari. Kasus ini muncul mulai Desember tahun 2022 teaptnya di Desa Gilang Kecamatan Ngunut .
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dr Kasil Rochmad menyarankan masyarakat agar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara periodik minimal seminggu sekali.
“Dinkes melalui Puskesmas terdekat telah memberikan pengobatan untuk mempercepat proses penyembuhan pasien Chikungungnya,” terangnya.
Ditambahkannya, petugas dari Dinkes juga sudah melakukan fogging di sekitar rumah warga yang terjangkit chikungunya,” ungkapnya.
Petugas juga membagikan bubuk abate yang efektif membunuh nyamuk yang bersarang di sumur maupun bak mandi. Pengasapan atau fogging juga dilakukan untuk membasmi nyamuk dewasa.
“Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan serangan penyakit chikungunya dapat berkurang dan warga dapat beraktivitas normal kembali,” harapnya. (eko)











