BANYUWANGI – Dinas PU Pengairan Banyuwangi melaksanakan kegiatan pemasangan bronjong di pintu intake Dam Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo.
Kegiatan pemasangan bronjong tersebut dilakukan sebagai upaya meminimalisir kerusakan pintu intake Dam Bajulmati yang diterjang banjir pada 5 Februari lalu.
Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, selama dua minggu, 600 hektar ladang garap sawah masyarakat tidak teraliri air akibat rusaknya pintu intake Dam Bajulmati.
Hal itu, karena terjadi turbulensi dibawah pintu intake, sehingga jebol air tidak bisa masuk ke saluran primer, tetapi kembali ke sungai.
“Baru banjir kali ini terjadi kerusakan yang parah dan sangat berbahaya,” kata Guntur saat dikonfirmasi, Selasa (15/2/2022).
Oleh karena itu, Dinas PU Pengairan bersama Gabungan Himpunan Petani Pengguna Air (GHIPPA) beserta anggota dan 100 orang petani, melakukan kerja bakti pemasangan bronjong bantuan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jatim.
“Kita dapat bantuan sebanyak 25 unit bronjong dan 1 unit alat berat dari pemkab Banyuwangi,” ungkapnya.
Guntur menjelaskan, pemasangan bronjong kawat dibawah pintu intake tersebut, bertujuan untuk mengamankan dari kerusakan yang lebih besar apabila kembali terjadi banjir, pintu flushing bisa roboh dan akan membuat sawah bisa tidak teraliri selama 6 bulan.
Selain itu, lanjut Guntur, pemasangan bronjong sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan 600 hektar tanaman dari gagal panen, seperti tanaman padi, bawang merah, cabe dan lain-lain. Terutama, tanaman bawang merah dan padi.
“Semoga dua hari kedepan pekerjaan sudah bisa terselesaikan dan kerusakan bisa diminimalisir, sehingga 600 hektare sawah kembali terairi,” harapnya.

Ke depan, Guntur mengaku akan melakukan perbaikan secara permanen di pintu intake Dam yang dibangun sejak jaman Belanda tersebut.
“Segera dan perlu dilakukan perbaikan secara permanen untuk menyelamatkan Dam Bajulmati,” tegas Guntur.
Rencana, perbaikan akan dilakukan setelah padi mulai panen di musim tanam pertama, dan menunda masa tanam musim kemarau pertama (MK-1) sekitar satu bulan, atau sekitar bulan April.(nng)











