BIDIK NEWS | SURABAYA – Tri sentra pendidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat harus dihadirkan kembali bagi generasi era milenial. Tujuannya agar terwujud generasi emas masa depan yang unggul intelektual dan anggun moral.
Demikian pesan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Prof. Dr. Din Syamsudin MA pada Pengajian Akbar bertema ‘Membangun Generasi Millenial yang Berakhlak Mulia’ yang dihelat SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Sabtu (7/4).
Menghadirkan tri sentra pendidikan saat ini kata Din, sangat penting, mengingat perkembangan akhlak generasi muda banyak yang memprihatinkan. Derasnya arus teknologi dan informasi dapat membawa anak-anak masa kini ke arah yang buruk. Apalagi arus teknologi membawa anak milennial yang terbuka, kritis, dan rasional cenderung membentuk watak anak cuek tidak peduli sekitar.
“Jadi faktor dasar atau faktor ajar yang dapat mengubah anak kita?” tanya Mantan Ketua Umum Muhammadiyah tersebut.
Menurut Din, faktor ajarlah yang mempengaruhi hidup seseorang di masa depan. Faktor dasar yang merupakan faktor awal yang di bawa dari rahim tidak berpengaruh. Tetapi faktor ajar, yaitu apa yang diperoleh dalam hidup ini sejak lahir yang menentukan sukses tidaknya seseorang.
“Yang mempengaruhi hidup adalah siapa orangtuanya, bagaimana mendidik anaknya, kemana dia di sekolahkan, bagaimana masyaraknya,” jelas Din.
Saking pentingnya faktor ajar, pengasuh Ponpes Modern Internasional Dea Malela, Sumbawa, NTB itu menyarankan para orangtua wajib memilihkan pendidikan yang terbaik untuk putra putrinya.
“Pendidikan itu harus mengalir dari orangtua, sekolah, juga masyarakat. Itu penting jangan banyak mengandalkan pada sekolah. Di rumah nya tidak diajarkan apa-apa, pendidikan rumanya minim,” sambungnya.
Sementara Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang, Edy Susanto, M.Pd menambahkan, tren para orangtua murid untuk menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan Muhammadiyah belakangan semakin meningkat.
“Saat ini jumlah siswa di sekolah ini sudah mencapai 1.047 siswa. Penambahan minat para orangtua siswa itu menjadikan dinas pendidikan setempat meminta agar kami menerapkan pembatasan,” ujarnya.
Tingginya respon masyarakat pada sekolah ini merupakan bukti bahwa pendidikan karakter dan akademik yang diterapkan pihaknya berhasil.
Turut hadir dalam pengajian akbar, Dra. Arba’iyah Yusuf, MA. Ketua Majelid Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Juga hadir H. M. Arif An, S. H Sekretaris PDM Kota Surabaya. Pengasuh Ponpes Modern Internasional Dea Malela, Kepala Sekolah dan Majelis dan Lembaga serta Ortom se-Kota Surabaya. (hari)
Teks : Prof. Din Syamsudin saat memberikan tausiyah pada Pengajian Akbar di SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya. (Foto : hari)











