BANYUWANGI| bidik.news – Guntur Priambodo kini resmi menjabat penjabat sekda Kabupaten Banyuwangi, menggantikan Mujiono yang mengundurkan diri karena mengikuti kontestasi Pilkada 2024.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan, dipilihnya Guntur Priambodo sebagai sekda karena sosoknya sudah tidak diragukan lagi, torehannya banyak, dalam memimpin juga sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk bisa menjadi seorang sekda.
“Yang pasti pak Guntur sudah cocok, bisa diajak komunikasi dan juga diskusi,” kata Ipuk.
Usai dilantik, Guntur Priambodo merasa terharu mendapatan kepercayaan jabatan yang luar biasa ini.
“Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang telah memilih saya. Ini sesuatu yang luar biasa bagi saya, karena jabatan sekda ini yang tertinggi di kabupaten,” ucap Guntur.
Menurut Guntur, jabatan sekda yang kini diembannya ini merupakan kopi pemerintah daerah.
“Sebagai kopi saya akan menyajikan bagaiman tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien dan akuntabel. Sehingga, Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan tugas dengan baik, lancar dan nyaman,” ungkap mantan Kepala Dinas PU Pengairan ini.
Sementara itu, Mantan Sekda Mujiono juga mengucapkan terima kasihnya kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang selama ini tak pernah lelah mendidik dan mengarahkan dirinya selama menjabat Sekda Banyuwangi
“Beliau (Bupati Ipuk) sangat luar biasa, meskipun diluar kota dengan segala kesibukannya, kami selalu diingatkan agar selalu kerja keras dan tidak kerja biasa-biasa untuk masyarakat Banyuwangi yang lebih baik,” kata Mujiono.
Mujiono mengaku terkesan dengan teman-teman ASN Banyuwangi yang selalu kompak soliditas bagus dan kerja gotong royong.
“Kalau saya impelementasikan, dengan kerja bareng-bareng dan gotong royong insyaAllah semua akan mudah realisasinya,” jelasnya.
Menurut Mujiono, Guntur Priambodo merupakan sosok yang tepat untuk menggantikannya.
“Saya kira pak Guntur juga selaras dengan kami, karena selama ini sudah kerja gotong-royong dan bareng-bareng. Sebagai buktinya, banyak prestasi dan penghargaan yang kita raih terkait realisasi pembangunan dan kinerja,” ungkapnya.
Tak lupa, Mujiono menyampaikan pesan, agar beban pekerjaan yang dilakukan menjadi ringan, niatkan setiap pekerjaan tersebut sebagai ibadah, didasari dengan rasa sabar dan ikhlas.(nng)











