BANYUWANGI – Warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi yang bermukim di belakang RSUD Blambangan mengaku resah dengan kondisi sungai yang menjadi keruh dan berbusa.
Warga menduga, sungai tersebut mengandung bahan kimia berbahaya, karena limbah cair RSUD Blambangan dibuang ke sungai tersebut.
Selain membahayakan bagi masyarakat di lingkungan sekitar, pembuangan limbah ini jelas-jelas mencemari sungai yang dikenal dengan sebutan Kali Mayit tersebut.
Menurut salah seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya mengungkapkan, dampak dari pembuangan limbah ke sungai menyebabkan kadar air sumur di rumah-rumah warga berbau obat.
“Kalau baunya itu kadang berbau, kadang juga tidak mas, tapi limbah yang berbusa ini saya coba ambil dari pancuran pembuangan air, kemudian saya taruh di bak penampungan dan dikasih ikan lele. Ternyata, ikan lele tersebut kulitnya melepuh dan akhirnya mati. Kalau air itu tidak mengandung bahan berbahaya, pasti ikan lele akan tetap bertahan hidup,” ungkap warga.
Dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut, Direktur RSUD Blambangan, dr Indah Sri Lestari amelalui Kepala Bidang Penunjang, Faiz Fadholi mengatakan, limbah yang dibuang ke sungai sudah dalam kondisi bersih, karena sebelum di alirkan ke sungai, ada bak kontrol dimana bak tersebut berisi ikan lele yang besar besar, artinya kondisi air limbah sudah dinetralisir.

Terkait temuan warga, Faiz menyampaikan akan segera melakukan cek lapangan.
“Kita akan kembali cek dilapangan, padahal limbah cair itu rutin dikontrol oleh Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi,” jelas Faiz.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Husnul Khotimah saat di konfirmasi via telepon celulernya menyampaikan, bahwa pihaknya telah melaksanakan tugasnya sesuai aturan.
“Kita sudah melaksanakan tugas sudah sesuai dengan aturan dengan melakukan pengontrolan limbah yang ada di RSUD Blambangan secara rutin. Kalau untuk masalah limbah di sungai, itu ranahnya Dinas Kesehatan sebagai pengawasan,” tegasnya.










