MALANG | BIDIKNEWS – Setelah teka-teki siapakah penyerang pengganti Robert Lima Guimares mencuat di media sosial, Arema FC akhirnya benar-benar mendatangkan top skorer Liga 1 tahun 2017, Sylvano Dominique Comvalius telah tiba di Malang, Selasa (23/4) malam.
Pada pemberitaan bidik.news sebelumnya, nama Comvalius sempat diragukan bakal memperkuat Arema Fc dengan statusnya yang masih terikat dengan klub lamanya. Hingga akhirnya menyingkirkan beberapa nama yang sempat ditawarkan ke tim kebanggaan warga Kota Malang ini, seperti Felipe Martins, Piotr Grzelczak, Maxuell Samurai hingga beberapa nama lainnya yang sempat dihubungkan dengan Arema Fc
Klub kelahiran 11 Agustus 1987 itu akhirnya memutuskan memilih pemain yang sudah pernah bermain di Indonesia, sevab tim pelatih, manajemen hingga pemain pun gampang mengetahui kualitas sang pemain seperti yang pernah diungkapkan Generan Manager (GM) Arema Fc Ruddy Widodo.
“Yang kami cari adalah pemain yang sudah pernah main di Indonesia. Paling tidak dia tahu Arema FC,” ungkap pengusaha travel itu.
Ruddy menambahkan jika tim pelatih tidak mau lagi menilai kapasitas pemain hanya melalui video YouTube untuk mengikat pemain rekrutan pengganti Robert Lima Guimares. Meski secara kualitas Robert terlihat bagus, akan tetapi adaptasi di Indonesia dan tim tidak maksimal.
” Tidak ada waktu untuk berspekulasi, sisa waktu relatif pendek, cuma melihat kemampuan pemain lewat YouTube itu beresiko. Sylvano, siapa tidak tau permainannya? apalagi dia pernah jadi top skorer di Indonesia” jelas Ruddy.
Salah satu patokannya tentu saja kala bermain di Bali United. Dalam 34 pertandingan di Liga 1 tahun 2017, 37 gol dicetaknya. Dia termasuk striker haus gol kala itu.
Asisten pelatih Kuncoro, buka suara tentang Comvalius, meburutnya dia adalah tipe striker yang sesuai dengan kebutuhan tim. Legenda Arema Fc ini optimis, kemampuannya bakal menjadikan tim Arema kian produktif.
“Format tim sudah terbentuk. Memang tinggal butuh striker saja dan itu kami percayakan pada Comvalius,” ujar Kuncoro.
Untuk diketahui, performa Sylvano Comvalius di dua klub terakhirnya. Setelah hengkang dari Bali United, performa striker berusia 31 tahun tersebut menurun. Bahkan diketahui, Sylvano terbilang tidak produktif. Dalam tim Thailand Suphaburi, Comvalius jarang dipercaya untuk turun. Dia hanya mendapat tujuh kali kesempatan main dan tidak mencetak satu gol pun.
Bahkan, saat Hijrah ke Kuala Lumpur FA, Comvalius baru turun sebanyak lima kali. Pemain yang memiliki tinggi 189 cm itu baru menyumbangkan satu gol bagi Kuala Lumpur FA. Catatan ini berbanding terbalik ketika Sylvano merumput di Indonesia bersama Bali United.
“Atmosfer sepak bola selalu berbeda di setiap negara, mungkin Sylvano lebih cocok di Indonesia, kami yakin dia bisa seperti Konate, meredup di Sriwijaya namun bersinar bersama Arema,” pungkasnya. (Doi)












