SAMPANG|BIDIK NEWS – Ratusan Warga Masyarakat Sokobanah Daya demo ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sampang terkait lemahnya penanganan kasus dugaan Korupsi Dana Desa tahun 2018
Buntut dari laporan warga masyarakat Desa Sokobanah Daya beberapa bulan yang lalu terkait dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun 2018 yang diduga lambat, Massa yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Sokobanah (IMS) melakukan demo di Kejaksaan Negeri Sampang, Senin (16/09/2019).
Dalam tuntutannya masyarakat Sokobanah Daya meminta kepada Kejaksaan Negeri Sampang untuk transparan dalam proses hukum atas laporan tersebut.
Moh Sidik korlap aksi juga mempertanyakan kinerja Kejaksaan Negeri Sampang selama ini.
“Mulai bulan Maret kemarin laporan sudah masuk di Kejaksaan, akan tetapi sampai hari ini statusnya belum jelas sudah sampai sejauh mana proses penanganannya,” tutur Sidik.
Lebih lanjut Didik sapaan akrabnya juga menduga ada konspirasi jahat antara Kades Sokobanah Daya dengan Kasi PMD Kecamatan Sokobanah Sampang.
“Pekerjaan proyek DD tahun 2018 selain tumpang tindih kami duga tidak sesuai RAB karena anggaran dana 589.246.000 baru selesai dikerjakan beberapa minggu sudah amburadul” tuturnya.
Sementara itu menurut Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sampang Edi Sutomo saat menemui pendemo berdalih kalau proses hukum terkait laporan masayarakat tentang Dana Desa Sokobanah Daya sudah sesuai prosedur.
“Bukannya kami lambat, menangani laporan dana desa yg di lapirkan oleh masyarakat desa sokobenah daya tapi memang semua itu butuh proses,” kata Edi.
Menurut Edi berkas laporan tersebut sudah masuk di Kasi Pidsus per Agustus kemarin.
“Memang kami butuh beberapa bukti dan saksi lagi guna untuk menguatkan proses tersebut,” imbuhnya. (syam).










